Dharmasraya – Masyarakat mengeluhkan hasil serta mutu kerja pembangunan infrastruktur bahu jalan kabupaten di Nagari Samalidu, sepanjang kurang lebih 6,8 kilometer.
“Saat ini kondisi bahu jalan yang baru hitungan bulan ini sudah retak,” kata Walinagari Samalidu Saleh, Kamis (04/12/24).
Ia mengatakan, retaknya bahu jalan yang baru saja di bagun itu, di duga kuat akibat tidak adanya pengerasan sebelum di lakukan pengecoran.
“Kenapa tidak retak, seharusnya di lakukan pengerasan dulu, baru di cor,” sebutnya penuh dengan wajah kesal.
Padahal, lanjutnya, semangat bupati untuk membangun daerah dengan menggaet dana pusat sangat di apresiasi masyarakat.
“Dengan hasil kerja yang tak sesuai harapan seperti ini, sama saja melukai hati bupati kami,” sebutnya.
Ia sangat menyayangkan, hasil kerja tersebut. Sebab, baru pada bulan september 2024 kemaren di PHO, sudah mengalami retakan di mana-mana.
“Kondisi seperti ini tentu melukai hati masyarakat dan kami sebagai walinagari juga akan terkena imbas dari celoteh warga,” tegasnya
Ia berharap, bagi instansi yang berkepentingan untuk melakukan inspeksi ke lokasi jalan tersebut.
“Dinas PU bisa tinjau langsung, bagaimana kondisi jalan yang baru saja dibangun ini,” katanya.
Proyek Pembangunan pelebaran jalan kabupaten tersebut, berada di Jorong Kampung Baru Nagari Samalidu, Kecamatan Koto Salak.
Dari data yang dapat, proyek tersebut bersumber dari dana DBH Sawit tahun 2023.
Pengerjaan mulai dari Simpang Blok C Sitiung II- Blok C II (R.145) dengan nomor kontrak 000.33/02/PEMB-JLN/DBH 2023/BM-DPUPR/III-2024, dengan Nilai Rp5.495.388.111. (*)
