Dharmasraya – Hujan deras yang mengguyur lima nagari di Kecamatan Timpeh, beberapa malam terakhir, mengakibatkan Sungai Batang Timpeh meluap dan merendam permukiman warga. Sehingga ratusan Kepala keluarga terpaksa di ungsikan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya Eldison menyebut, setidaknya korban terdampak di Nagari Tabek mencapai 592 jiwa dari 174 Kepala Keluarga (KK).
Sementara di Nagari Panyubarangan sebanyak 68 jiwa dari 17 KK, di Ranah Palabi 110 jiwa dari 80 KK.
Sedangkan di Nagari Timpeh 170 jiwa yang berasal dari 44 KK, serta di Taratak Tinggi sebanyak 63 jiwa dari 16 KK.
Selain membantu evakuasi, pemerintah daerah juga akan mendirikan dapur umum dan posko bencana di dua lokasi.
Lokasi tersebut yakni di Nagari Tabek dan Nagari Panyubarangan. Hal ini guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik.
“Alhamdulillah hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun satu unit jembatan pertanian mengalami kerusakan akibat banjir,” kata Eldison di dampingi Camat Timpeh Rizky Rullien Putra, Sabtu (22/2/2025).
Berdasarkan perkiraan cuaca BMKG, hujan masih akan melanda Dharmasraya dalam beberapa hari ke depan.
Warga di imbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang.
“Kita mengimbau agar masyarakat, tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.”
“Upaya penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi kembali normal,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani yang baru saja di lantik meminta agar wakil bupati Leli Arni dan Sekretaris Daerah (Sekda) H. Adlisman memimpin tanggap darurat terhadap bencana banjir yang melanda Kecamatan Timpeh.
Instruksi itu di sampaikannya dalam rapat perdana bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Jumat (21/2/2025).
“Saya minta Wabup dan Sekda untuk memimpin penanganan darurat, memastikan keselamatan warga, serta menyalurkan bantuan dengan cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.
Bupati juga menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan instansi terkait lainnya untuk bergerak cepat dalam menyiapkan posko evakuasi.
Selain itu juga mendistribusikan bantuan logistik, serta memastikan layanan kepada masyarakat terdampak.
“Kita harus memastikan tidak ada warga yang terisolasi dan semua kebutuhan mendesak dapat segera terpenuhi.”
“Selain itu, saya meminta seluruh OPD terkait untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan melaporkan secara berkala,” tegasnya (*)
