Sesak Nafas, Pendaki Gunung Talang Ini Akhirnya Meninggal Dunia

Petugas saat melakukan evaluasi terhadap Hendri How.
Petugas saat melakukan evaluasi terhadap Hendri How.

Padang, posinfo.co – Diduga mengalami  Sesak nafas, Hendri How, 41, salah seorang pendaki Gunung Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok ditemukan meninggal dunia, Minggu (12/6/2023).

Hendri How merupakan pendaki asal Kota Padang, berdomisili di Belakang Pondok, Kota Padang.

Kapolres Solok, AKBP Apri Wibowo membenarkan kejadian itu. Menurut Kapolres, awalnya korban datang bersama 12 orang rekannya untuk melakukan pendakian.

“Rombongan tercatat tiba di posko 1 pos Bukik Bulek sekitar pukul 23.45 Wib, Sabtu (10/6/2023),” ungkap Apri Wibowo.

Sesampai di posko, rombongan langsung melakukan registrasi. Dalam proses registrasi, korban sempat menyampaikan kalau ia menderita penyakit asma.

Lantaran sakit, petugas posko, Riske Perdana melarang korban melakukan pendakian.

Baca Juga: Gara-gara Ini, Anies Terancam Gagal Nyapres

Korban kemudian istirahat di Posko 1, sementara rekannya melakukan pendakian sekitar pukul 24.00 WIB.

Pada keesokan harinya, sekitar pukul 08.30 WIB korban berangkat menggunakan ojek menuju pos 2.

Ketika sampai di lokasi, korban kemudian istirahat sembari menunggu rekannya turun gunung.

Sekira pukul 15.45 WIB, petugas posko atas nama Doni melakukan pengecekan terhadap Hendri How. Saat itu, korban terlihat tengah berbaring.

Doni mencoba membangunkan korban, namun saat itu korban tidak ada respon dan tidak kunjung bangun.

Kemudian Doni memeriksa keadaan korban, namun sudah tidak lagi bernafas.

Ia lantas melaporkan kejadian itu kepada ketua posko Talang Vlvia Bukik Bulek, Syairun dan pihak terkait.

Petugas kemudian menandu korban menuju ambulan yang disediakan nagari dan Polsek Danau Kembar.

“Korban awalnya akan di bawa ke RSUD Arosuka, namun teman dan keluarga korban atas nama Seli Maya Dewi menolak dan menandatangani surat pernyataan tidak bersedia untuk visum.”

Korban sudah dibawa ke rumah duka di Padang,” jelas Kapolres.

Ia mengimbau kepada para pendaki, untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas pendakian jika kondisi tidak vit atau menderita penyakit tertentu.

“Perhatikan kondisi kesehatan, jika melakukan pendakian. Jika tidak, tentu akan mendatangkan hal yang tak kita inginkan, ” pungkasnya. (005)

Exit mobile version