Sengketa Lahan SMP Unggul Dharmasraya Belum Ada Titik Terang

Sederet pelajar terlihat semangat menuntut ilmu di SMP Unggul Dharnasraya.

Dharmasraya– Pagi yang cerah. Seperti biasa, hiruk pikuk suara kenalpot motor mewarnai kebisingan jalan lintas kabupaten, tepatnya di kawasan Jorong Taratak, Nagari IV Koto Pulaupunjung, menuju SMP Unggul yang berada tak jauh dari kantor bupati Dharmasraya.

Seiring putaran jarum jam yang sudah menunjukan pukul 6.30 wib.Laju kendaraan saling berpacu, seolah tak lagi memikirkan keselamatan untuk sampai di sekolah.

Suara kenalpot motor yang tadinya saling bersautan, seakan dipaksa berhenti saat para orangtua yang tengah mengantarkan anaknya sekolah. Mereka harus berhenti di depan pintu gerbang SMP Unggul yang berpagar seng.

Suasana pagi pun berubah. Gunjingan para orangtua serta wajah siswa yang awalnya ceria menimba ilmu, berubah muram. Seolah menggambarkan perihnya pendidikan.

“Kami sampai di sini, pintu gerbang sekolah udah dipagar pakai seng pak,” ucap salah seorang wali murid saat mengantarkan anaknya sekolah, Rabu (05/11/25) pagi.

Wajah muram pun terlihat jelas dari para siswa yang masuk gedung sekolah lewat pintu samping. Sambil jalan wajah polos itu pun bergumam, “pemerintah kayak enggak peduli dengan sekolah kita”.

“Kami bisa masuk pak, lewat pintu samping,” ucap salah seorang siswa RN, saat ditanya sambil berjalan menuju gedung sekolah.

Pagar seng yang terpasang kuat digerbang gedung sekolah SMP Unggul, merubah segalanya. Udara yang awalnya segar dan cuaca cerah, berubah pahit.

Ratusan generasi emas masa depan itu, dipaksa menghadapi pahitnya menempuh pendidikan di tengah gelombang karut marut dugaan sengketa lahan sekolah yang tak kunjung selesai.

Harapan masyarakat, tentunya pemerintah tak lagi harus berdiam diri melihat wajah polos ratusan siswa SMP Unggul yang tengah menatap masa depan.

Pemagaran SMP Unggul oleh oknum masyarakat yang merasa lahan sekolah tersebut miliknya, sudah terjadi berulang kali.

Kini hal itu kembali terjadi. Pemerintah daerah pun harus bergerak cepat menuntaskan persoalan itu, demi wajah polos yang tengah menimba ilmu demi masa depan.(*)

Exit mobile version