Ponsel Salah Satu Penyebab Tawuran Pelajar, Begini Analisanya!

Pakar pendidikan IPA/Biologi dari Universitas Negeri Padang (UNP) Dr Muhyiatul Fadilah SSi., MPd.
Pakar pendidikan IPA/Biologi dari Universitas Negeri Padang (UNP) Dr Muhyiatul Fadilah SSi., MPd.

Padang, posinfo.co – Ternyata ponsel menjadi salah satu penyebab terjadinya tawuran pelajar.

Pakar pendidikan IPA/Biologi dari Universitas Negeri Padang (UNP) Dr Muhyiatul Fadilah SSi., MPd  sangat menyetujui jika ada pelarangan siswa membawa ponsel pintar ke sekolah.

Hal ini lantaran pelarangan membawa ponsel pintar ke sekolah berdampak kepada peningkatan kinerja siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Saya berpendapat, adanya larangan siswa membawa ponsel pintar ke sekolah sangat berdampak kepada fokus siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.”

“Sebenarnya, pengontrolan ponsel pintar ada pada orang tua. faktanya, orang tua modern pada saat ini tidak punya waktu untuk mengedukasi anak dalam pemakaian ponsel pintar,” jelasnya.

Muhyiatul Fadilah menjelaskan juga, komunikasi yang dilakukan siswa dengan ponsel pintarnya saat dan setelah jam pelajaran usai, beresiko menimbulkan miskomunikasi dengan lawan bicaranya.

“Banyak permasalahan yang timbul akibat kesalahan berkomunikasi dengan menggunakan ponsel pintar.”

“Akibatnya menebarkan benin perselisihan dan berujung pada perkelahian antar pelajar,” jelasnya.

Baca Juga:Listrik Sering Mati-Hidup, Warga Komplek Unand Kuatir

Sumber Perselisihan

Muhyiatul Fadilah menambahkan, dengan kehadiran ponsel pintar di kantong celana pelajar, secara tidak langsung mempermudah komunikasi dalam pengaturan strategi, lokasi jelang terjadi tawuran antar pelajar.

“Kita lihat sendiri, ponsel pintar di lengkapi dengan foto, map dan suara.”

“Kehadiran ponsel pintar saat jam sekolah, sangat mempermudah terjadinya tawuran antar pelajar,” ungkapnya.

Saat di singgung, ponsel pintar menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran di sekolah, ia memaparkan, sekolah harus bisa menyiapkan prasarana penunjang pembelajaran berbasis teknologi tersebut.

“Sekolah harus siap dengan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Perangkatnya harus di siapkan oleh sekolah seperti komputer dan internetnya,” paparnya.

Baca Juga:DPRD Padang Nilai Terjadi Hukum “Rimba” di Pantai Padang 

Hampir Tiap Bulan Tawuran di Padang

Dari catatan Dinas Pendidikan Kota Padang, dari Januari hingga Juni 2023 sebanyak 88 siswa terlibat aksi tawuran.

Dari jumlah itu 35 orang mendapat pembinaan, serta 9 orang yang di proses hukum.

“Data kita menjelaskan hampir setiap bulan terjadi tawuran.”

“Hanya bulan Februari 2023 tidak terjadi tawuran. Tawuran terjadi lantaran kontrol diri yang lemah.”

“Termasuk krisis identitas, rivalitas antar sekolah, dan pengawasan yang kurang,” jelas kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova baru-baru ini. (007)

Exit mobile version