Dharmasraya – Aksi itu, buntut dari keresahan masyarakat atas kriminalitas yang terjadi beberapa bulan ini.
Seperti, perampokan bersenjata api beberapa minggu lalu.
Ada kejadian ini pelaku berhasil menjarah salah satu mini market di kawasan Jorong Sungai Betung, Nagari Koto Baru, Kecamatan Baru yang hingga kini belum ada titik terang.
Dengan penuh pengawalan yang cukup ketat dari aparat kepolisian, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam OKP itu tertahan di gerbang pos penjagaan Mako Polres Dharmasraya.
Di bawah terik panas yang semakin menyengat, puluhan mahasiswa itu tetap berorasi dan tertahan gerbang portal pos penjagaan dengan tertib.
Mereka mempertanyakan sederet kasus perampokan bersenpi yang hingga hari ini belum menemui kejelasan. Sementara masyarakat terus merasa was was soal keamanan.
Aksi ini di pimpin oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan mendapat dukungan penuh dari Gerakan Pemuda Ansor serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Mahasiswa menuntut transparansi dan keseriusan aparat dalam menindak kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Ketua HMI Dharmasraya, Nanda Arpalia Putra, dalam orasinya menyoroti kinerja kepolisian yang dinilai lamban dalam mengungkap berbagai kasus kriminal.
“Masyarakat resah, sejumlah kasus besar tak terungkap, seperti perampokan bersenjata api,” katanya dalam orasi.
Ia mengatakan, aksi ini di lakukan melihat, kinerja Polres Dharmasraya yang tak sesuai dengan harapan masyarakat.
“Di mana rasa aman itu, perampokan bersenpi pada bulan Ramadhan 2024, dan perampokan pada Januari 2025, belum juga terungkap,” ucapnya.
Sementara itu, Wakapolres Kompol Armijon, mengatakan, aspirasi yang di lakukan oleh mahasiswa ini merupakan masukan dan introspeksi dalam menjalankan tugas.
“Kami sambut baik segala aspirasi yang di sampaikan oleh rekan rekan mahasiswa, dan semua ini kami jadikan masukan dan bahan evaluasi di internal kami,” katanya dalam menjawab orasi.
Di lokasi aksi, puluhan mahasiswa yang menggelar orasi melakukan salat zuhur berjamaah di depan portal pos jaga Mako Polres. Tepatnya di jalur dua. Hal itu, buntut dari tidak di terimanya mahasiswa masuk gedung Polres.(*)
