Pengerjaan Gedung Sekretariat Kantor Bupati Dharmasraya Diduga Abaikan Keselamatan Pekerja

Pengerjaan proyek rehab lantai dua gedung sekretariat kantor Bupati Dharmasraya di nilai abaikan keselamatan kerja.

Pengerjaan gedung sekretariat kantor bupati Dharmasraya diduga Abaikan keselamatan pekerja.
Pengerjaan gedung sekretariat kantor bupati Dharmasraya diduga Abaikan keselamatan pekerja.

Dharmasraya –  Hal itu terlihat dari tidak adanya para pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat beraktivitas di atas atap bangunan.

Dari pantauan di halaman kantor bupati, terlihat proyek bernilai miliaran yang dikerjakan oleh CV Anak Buah Jao tersebut membuat jantung berdetak kencang.

Betapa tidak, para pekerja yang berada di atas atap  lantai dua kantor bupati itu tidak menggunakan APD maupun K3, meski berada pada ketinggian mencapai 30 meter.

Proyek bernilai Rp 17 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 dikerjakan sejak 17 September hingga 30 Desember 2024 itu, seakan tak hiraukan keselamatan.

Mirisnya lagi, bekerja di ketinggian tanpa helm, rompi, bahkan hanya menggunakan sandal jepit. Jelas hal ini mengancam keselamatan dalam bekerja.

“Setiap pekerja proyek yang di anggarkan oleh uang negara, harus menggunakan APD dan mengutamakan K3,” ucap Soldri, warga seputar kantor bupati, Jumat (11/10/24).

Sementara itu, Dedi yang mengaku pemilik CV Anak Buah Jao saat diwawancarai via WhatsApp mengatakan, bahwa kelengkapan kerja sudah  mereka siapkan.

APD alah awak siapkan, tapi anggota awak tu pakak-pakak, panek wak mangecek,” keluh Dedi dengan kesal, Jumat.

Dedi menegaskan bahwa ia sepenuhnya paham akan kewajiban yang harus di lengkapi oleh pekerja di proyek yang dibiayai dari APBD dan APBN, yakni harus menggunakan APD lengkap.

“Saya tahu aturan kerja, mereka tidak mau pakai APD dalam kerja, karena susah dan mengganggu,” ucap Dedi dengan Nada sedikit marah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *