Dharmasraya– Pemkab Dharmasraya serius meningkatkan sarana dan prasarana sekolah sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan. Buktinya, tahun ini ada kisaran Rp18 miliar dana dari pemerintah pusat mengalir untuk pembangunan sekolah.
“Tahun ini kita dapat 16 sekolah yang mendapat pembangunan sarana dan prasarana ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Bobby Perdana Reza, melalui Kasi Sarpras Dedet, Rabu (17/07/2025).
Ia mengatakan, bahwa pembangunan sarana dan prasarana sekolah tersebut, berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun lalu bernama, program Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun ini program pembangunan pemerintah.
“Tahun lalu DAK namanya, kalau tahun ini program peningkatan sarana dan prasarana sekolah itu namanya, pembangunan pemerintah,” ucapnya.
Dijelaskanya, pembangunan Sarana dan Prasarana pendidikan tersebut, dilakukan secara swakelola, yang di komandoi langsung oleh Kepala sekolah.
“Jadi Disdik tidak lagi memiliki kewenangan tentang pembangunan, hanya sebatas melakukan pengawasan saja,” jelasnya.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan itu kepala sekolah memiliki kewenangan langsung untuk membentuk kelompok pembangunan yang di SK kan langsung oleh pihak sekolah.
“Siapa saja yang tunjuk oleh kepsek boleh, sepanjang memiliki keterampilan atau keahlian di bidang pembangunan,” jelasnya.
Dia mengemukakan, bahwa anggaran kegiatan tersebut, langsung masuk ke rekening yang telah di buat oleh pihak sekolah itu sendiri dan tidak lagi masuk dalam rekening keuangan daerah.
“Proses pencairan pada tahap pertama 70 persen dan tahap akhir 30 persen,” katanya.
Ia berharap seluruh sekolah untuk dapat bekerja sesuai dengan juknis dan tidak membuat keputusan diluar petunjuk pembangunan yang telah ada.
“Bekerjalah sesuai aturan, gunakan dana pemungutan sesuai peruntukannya, dan Dharmasraya berada di nomor tiga tertinggi di Sumbar yang mendapatkan pembangunan ini,” ungkapnya.
Pengajuan pembangunan sarana dan prasarana itu langsung oleh pihak sekolah melalui proposal perencanaan penunjang kegiatan pendidikan, ke pemerintah pusat.
Sementara itu, salah satu yang menjadi sorotan utama bagi presiden RI Prabowo Subianto adalah program revitalisasi sekolah yang bertujuan mempercepat perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Indonesia.
“Kita harus memperbaiki sebanyak-banyak sekolah seluruh Indonesia dalam waktu secepat-cepatnya,” tegas Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Cimahpar Kota Bogor, Jawa Barat (2/4), saat memperingati hari pendidikan nasional.
Pemerintah menempatkan pendidikan sebagai prioritas nasional. Hal tersebut tercermin dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pendidikan terbesar dalam sejarah, yakni lebih dari 22 persen. Namun, Presiden kembali mengingatkan bahwa anggaran tersebut harus digunakan secara tepat dan efisien, terutama untuk mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan di seluruh wilayah tanah air.(*)
