Padang, Posinfo.co – Saat ini praktis tidak ada lagi Lovebird di arena Latberan Kota Padang.
Gacoan ini seakan kembali pada posisi awalnya sebelum sempat kaya di ring besi gantangan, sebatas burung isian.
Padahal dalam kurun waktu lima tahun ke belakang, Lovebird begitu berjaya. Tidak hanya di kelas Latberan, untuk level Lomba, kelas ini terus menunjukkan keperkasaannya.
Bahkan pengelola Latberan bisa tersenyum manis, jika Lovebird ramai dan main sampai enam sesi.
Rugi pada kicauan, otomatis tertutup oleh ramainya pemain kicauan ini.
Tak jarang untuk satu kelas saja di kelas Baby, ada yang nekat bermain hingga 4 sesi. Luar biasa waktu itu.
Baca Juga: Konin Mulai Langka, di Cengkeh Masih Ada
Latberan Rimbo Tarok Tanpa Lovebird
Sempat timbul asa Lovebird kembali bangkit. Pasalnya, pada saat krisis burung paruh bengkok ini di gantangan, Latberan Rimbo Tarok, penjurian wahana masih terkesan “panen” dengan kelas Lovebird ini.
Sayang, pada Sabtu (10/6/2022) ketika POSINFO menyambangi Latberan dengan penjurian Wahana ini, tak satu pun suara Lovebird terdengar, apalagi naik ke gantangan.
Tidak seperti biasanya, meski jumlahnya terus berkurang, tapi tetap saja ada pemain yang mengadu gacoan kesayangannya.
Sebenarnya manajemen Latberan ini sudah memancing Lovebird Mania untuk kembali ke gantangan.
Upaya itu dengan menulis dan mengundang langsung pemain Lovebird di media sosial. Namun, upaya itu belum mendatangkan hasil.
Harga yang Menukik Drastis
Akibat minimnya pemain Lovebird, harga gacoan yang satu ini menukik tajam.
Tak peduli ngekek panjang, di kios burung, gacoan ini di jual sangat murah.
Baca Juga: Persaingan Makin Sulit, Ini 3 Gacoan Aman Bersaing di Gantangan
Bahkan, para penangkar ramai-ramai mengobral Tangkaran mereka, bukan lagi dengan harga miring, namun sudah dengan harga tegak tali. Malah sekarang lebih mahal pakan dari pada burungnya.
Jatuhnya harga Lovebird bahkan bisa disebut sudah tidak berharga lagi, lantaran kelas gacoan ini menghilang di gantangan.
Jika saja, Lovebird kembali menghiasi gantangan, kemungkinan besar harganya kembali membaik.
Selain itu, pengelola gantangan juga bisa tersenyum, karena tidak tekor mengelola Latberan.
Optimis Bisa Kembali ke Jalurnya
Dari hasil wawancara dengan mantan pemain Lovebird di Kota Padang belum lama ini, mereka masih terkesan yakin, Lovebird kembali jadi perhatian dan booming kembali.
Baca Juga: Siapkan Amunisinya, Kumpul Satu Titik di Anniversary Kisay Kafe Payakumbuh
Namun, butuh dukungan banyak pihak agar gacoan ini kembali eksis, tak lagi sebagai burung isian.
Ada beberapa masukan yang mungkin bisa difasilitasi oleh pengelola Latberan.
Jangan Lagi Ada Batasan Poin
Selama ini banyak sekali kelas yang di buat pengelola Latberan untuk kelas Balibu. Selain itu mayoritas kelas tersedia batasan poin.
Hal ini ditenggarai menjadi masalah, sebab Lovebird yang juara bukan yang berkualitas, namun terbantu faktor hoki.
Ke Depan kalau ingin Balibu kembali eksis, pengelola Latberan di sarankan untuk membuat satu kelas saja yakni Balibu Bebas Aksi loss poin.
Begitu juga untuk kelas Dewasa Bebas Aksi. Jangan lagi ada batasan poin. Sebab, kualitas Lovebird adalah gacoan yang paling banyak mendapat stik atau poin.
Perhatikan Sesi Gantangan
Untuk sesi para pemain menyarakan untuk kelas Lovebird cukup dua sesi saja. Bisa naik persesi 20 sangkar atau lebih.
Hal ini sangat penting, mengingat, banyak gacoan yang butuh tekanan untuk bisa tampil maksimal.
Lain dari itu, setiap pemain hanya boleh naik satu sesi saja.
Lantaran, jika naik pada sesi selanjutnya, akan menutup peluang pemain sesi pertama kalah, lantaran gacoan yang naik pada sesi pertama main lagi di sesi kedua yang tampil justru lebih baik.
Pancing Dulu dengan Kelas Los
Untuk kembali menghidupkan kelas Lovebird, pengelola Latberan di imbau untuk memancing pemain dengan kelas loss gantangan.
Setelah mulai ramai, bisa menerapkan pola kelas khusus atau tergantung inovasi pengelola Latberan. Bahkan sesekali ada kelas BOB.
Dari masukan mantan pemain si paruh bengkok ini,rasanya tidak ada salahnya pengelola Latberan memfasilitasinya.
Upaya ini sangat penting sebagai salah satu langkah mengembalikan kejayaan Lovebird di Kota Padang.(005)
