Persaingan Makin Sulit, Ini 3 Gacoan Aman Bersaing di Gantangan

Latberan PAB Arai Pinang. (Foto: Ragil)
Latberan PAB Arai Pinang. (Foto: Ragil)

Padang, posinfo.co – Persaingan dunia kicau di Sumbar, Padang pada umumnya memang gila-gilaan.

 

Jangan bangga dulu jika gacoan anda jalan dan tampil trengginas di gantangan kelas training.

 

Kalau untuk mengujinya, ya ke gantangan sesungguhnya, minimal Latberan.

 

Tak percaya? Coba saja. Jangankan di kategori Latpres, di ajang Latberan pun saat ini turun burung-burung berkelas.

 

Alamat makin berat persaingan bagi burung pendatang baru, setidaknya bertengger di deretan nominasi.

 

Di arena Latberan saja, Kacer dan Murai Batu kualitasnya luar biasa. Kalau burung nanggung, tapi berharap juara, nanti dulu.

 

Tanya dulu bandrol Kacer dan Murai di Latberan, rata-rata yang masuk nominasi harganya pasti selangit.

 

Kalau gacoan serba nanggung, baik isian, vokal maupun gaya, tentunya akan sulit untuk bisa bersaing di lapangan.

Rata-rata, Kacer dan Murai yang sudah punya nama, penampilannya pasti terjaga dan sulit terkalahkan.

 

Ini Solusinya

 

Tahu sama tahu, persaingan di dua gacoan itu kian hari makin berat. Puncak perawatan burung adalah melihatnya tampil apik dan mungkin juara, minimal Latberan.

 

Jika tak kunjung mendapat sehelai “ijasah” dari sekian kali ikut Latberan, tentu ada suatu perasaan kecewa. Itu wajar saja.

 

Anda tak perlu berlarut-larut dengan situasi yang ada. Segera ambil keputusan untuk pindah jalur. Dari yang awalnya pemain Kacer atau Murai, beralihlah ke gacoan lain.

 

Setidaknya ada tiga jenis gacoan yang persaingan di gantangan masih belum sengit. Apa saja?

 

Cucak Hijau

 

Saat ini Cucak Hijau pamornya sedang meningkat. Di beberapa Latberan jenis gacoan ini mulai mendapat perhatian.

 

Keputusan “hijrah” ke gacoan ini terbilang tepat. Lantaran Cucak Hijau tidak sama dengan Kacer atau Murai yang notabene fighter sejati.

 

Bermain Cucak Hijau sebenarnya juga bermain dengan stelan dan rutinitas rawatan.

 

Namun,  Cucak Hijau ini bukanlah gacoan yang konsisten. Ada masanya juara, ada pula saatnya redup.

 

Banyak Cucak Hijau jawara, suatu ketika selalu menguasai gantangan, namun ada saatnya dalam kondisi drop. Tapi, tak lama lagi kembali ke jalurnya.

 

Ini artinya, gacoannya ini tidak stabil. ada kesempatan bagi Cucak Hijau yang lain menggantikan posisi Cucak Hijau yang biasanya juara ketika sedang tidak fit.

 

Selain itu, Cucak Hijau merupakan gacoan yang kadang sering kalah karena kelakuan sendiri.

 

Seperti sidis  dan turun ke lantai. Jika ini terjadi dan dilakukan oleh Cucak Hijau jawara, tentunya harus rela melepas gelar juara pada gacoan lain.

 

“Di sinilah menariknya main Cucak Hijau, persaingan tidak terlalu ketat. Bahkan burung juara hari ini, belum tentu juara Minggu depan.”

 

“Tapi jangan salah, untuk merawat Cucak Hijau ini jauh lebih sulit dari burung lain. Rawatannya harus konsisten,” ujar Mas Dwi, senior Cucak Hijau di Kota Padang.

 

Kenari

 

Sama halnya dengan Cucak Hijau, persaingan di kelas Kenari terbilang menarik.

 

Rata-rata Kenari dengan cengkok unik, buka-tutup bagus dan durasi berpeluang ke luar sebagai juara.

 

Namun, tetap saja persaingan di kelas Kenari tak seketat Kacer dan Murai Batu.

 

Ada kalanya Kenari jawara mengalami masa birahi, malas bunyi dan mengalami masalah pada kaki hingga kaki di angkat dan harus diskualifikasi.

 

Bermain kenari itu hoki-hokian. Kadang yang juara di luar prediksi, lantaran langganan juara melakukan kesalahan seperti ngeruji atau angkat kaki.

 

Meski begitu, tak mudah menciptakan kenari dengan birahi stabil. Butuh waktu dan trik tersendiri.

 

Kapas Tembak

 

Kapas Tembak merupakan salah satu gacoan yang harus mendapat perhatian khusus jika di bawa lomba.

 

Karakternya yang bisa dikatakan fighter, membuat empunya harus pandai-pandai menempatkan gacoan.

 

Jika satu lokasi ada Kapas Tembak juga, alamat bahaya. Punya kita dan gacoan tetangga pasti ribut di dalam kerodong.

 

Bukan itu saja, meski tak saling melihat, Kapas Tembak akan membuka ekor dan mengeluarkan materi.

 

Ujung-ujungnya, banyak Kapas Tembak gembos yang ketika di gantang tidak “Bukor” lagi.

 

Itu makanya, pemain burung ini kebanyakan menyendiri dan menjauhkan diri dari pemain Kapas Tembak lainnya. Agak ruwet.

 

Bermain Kapas Tembak ibarat main judi. Rasa was-was pemilik sangat terasa kental ketika berada di bawah arena, saat akan menaikan burung ke nomor gantangan.

 

Sebagian besar ada yang masih ragu Kapas Tembaknya akan buka (ekor) saat di gantangan. Perasaan ini mungkin sama bagi sebagian besar pemain.

 

Mengapa demikian? Ya, ada kalanya Kapas Tembak tidak buka ekor di gantangan, padahal di dalam kerodong sudah terlihat maksimal.

 

Ha ini terjadi karena beberapa faktor, salah satunya birahi. Sebab, untuk kelas Kapas Tembak, burung jantan dan betina bisa “bertarung” dalam satu gantangan.

 

Hal ini, karena dimofisme seksual (bentuk bulu) keduanya sama. Inilah yang membuat gacoan jenis ini gampang birahi.

 

Jika sudah birahi, jangankan buka ekor, bunyi pun tidak aktif.

 

Di sinilah letak seni bermain Kapas Tembak, Kadang gacoan juara terhipnotis dengan Kapas Tembak lawan jenis, sehingga tidak tampil maksimal.

 

Sementara Kapas Tembak yang mampu menahan hasrat birahinya justru ke luar sebagai pemenang.

 

Berminat pindah jalur ke tiga gacoan ini? Rasanya tak salah untuk mencoba. Apalagi persaingan tak seketat burung favorit, Kacer dan Murai. (001)

 

 

 

 

 

 

 

 

Exit mobile version