Phnom Penh, posinfo.co – Wasit Qasim Matar Ali Al Hatmi yang memimpin laga final sepakbola Sea Games 2023 Kamboja antara Indonesia U-22 vs Thailand U-22 dinilai banyak melakukan kontroversi.
Pada laga super ketat itu, Garuda Muda menang telak, 5-2 melalui babak perpanjangan waktu 2×45 menit.
Banyak pelanggaran yang terjadi sepanjang pertandingan, lantaran duel kedua tim berlangsung alot.
Pada laga puncak, wasit asal Oman itu mengeluarkan 17 kartu, 6 diantaranya kartu merah. Tiga kartu merah untuk pemain Thailand, satu untuk Indonesia.
Sementara dua kartu merah lagi untuk masing-masing official kedua tim.
Kontroversi yang sangat kental ketika Al Hatmi mengesahkan gol kedua Ramadhan Sananta yang bermula dari dropball.
Para pemain Thailand melakukan protes karena menganggap Sananta mencuri bola yang harusnya dibiarkan dalam situasi dropball. Namun, wasit bergeming dan mantap dengan keputusannya.
Kontroversi lainnya, terjadi saat Al Hatmi meniup peluit di masa injury time babak kedua. Kala itu Indonesia sedang unggul 2-1 dan bersiap merayakan kemenangan.
Indra Sjafri dan asisten pelatih sempat melakukan selebrasi karena mengira wasit meniup peluit panjang pertanda laga usai.
Kontroversi berikutnya, menyangkut perpanjangan waktu yang sejatinya hanya 7 menit, bertambah menjadi 8 menit sehingga Thailand mampu membuat skor imbang, 2-2.
Indra Sjafri Berikan Sanjungan
Meski banyak hal-hal aneh yang terjadi di lapangan, pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri enggan berkomentar banyak menyangkut kepemimpinan sang pengadil.
Ia memilih memberikan sanjungan kepada Al Hatmi.
“Wasit Bagus, karena kita menang,” ujar Indra Sjafri usai pengalungan medali emas di Olimpic Stadium, Selasa (16/5/2023) malam.
Ia mengatakan, sepakbola memang penuh drama. Apa pun bisa terjadi selama pertandingan.
Namun, pelatih asal Sumatera Barat itu mengaku bersyukur bisa memutus penantian panjang medali emas selama 32 tahun.
“Ini adalah kesempatan kedua bagi saya, pertama, Sea Games Philipina kita gagal. Alhamdulilah pada Sea Games ini kita bisa membawa pulang medali emas,” ujar pelatih 60 tahun itu.
Indra mengaku sangat menyayangkan selebrasi yang dilakukan kubu Thailand usai gol kedua yang menyulut emosi anak asuhnya.
Saat itu pemain Thailand mendatangi tribun pemain Indonesia dan melakukan selebrasi nyeleneh.
“Tapi, itu sudah berakhir, tadi kami saling memaafkan dan berpeluk. Itulah sepakbola. Jadikanlah momentum ini sebagai kebangkitan sepakbola Indonesia,” pungkasnya. (001)
