Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyesalkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang terjadi antara KA (B16) Lembah Anai relasi Duku – Kayu Tanam.
Kecelakaan ini melibatkan satu unit truk 1 unit bermuatan batu di perlintasan tidak terjaga pada km 45+580 antara Lubuk Alung – Kayu Tanam pada Sabtu (19/10/2024) pukul 14.50 WIB.
Kahumas KAI Divisi Regional II Sumatera Barat M. As’ad Habibuddin mengatakan, KA (B16) Lembah Anai mengalami kerusakan berupa tuas claw lokomotif patah. Sementara kondisi truk juga rusak.
Menurut informasi sementara, baik petugas maupun penumpang KA tidak ada yang terluka.
Namun sopir truk mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke RSUD Parit Malintang.
KA (B16) Lembah Anai kemudian di berangkatkan kembali ke Stasiun Kayu Tanam pada pukul 15.05 WIB.
As’ad menegaskan, kereta api memiliki jalur tersendiri dan tidak dapat berhenti secara tiba-tiba. Sehingga pengguna jalan harus mendahulukan perjalanan kereta api.
“Seluruh pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat melalui perlintasan sebidang.”
“Hal tersebut sesuai UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian pasal 124 dan UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 114,” katanya.
Pada UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 124 menyatakan, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.
Kemudian pada UU 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, pasal 114 menyatakan, pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi.
Hal ini ketika palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan atau ada isyarat lain.
Pengendara wajib mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.
KAI mengimbau agar Pemda, Kemenhub, dan PUPR lebih peduli serta lebih perhatian terhadap kelaikan keselamatan di perlintasan sebidang dengan melengkapi peralatan keselamatan bagi pengguna jalan raya seperti rambu-rambu, penerangan, palang pintu, dan penjaga perlintasan sebidang.
“KAI berharap peran aktif semua pihak untuk dapat melakukan peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang demi keselamatan bersama,” ulasnya.
Ia juga berharap masyarakat disiplin mematuhi rambu-rambu yang terdapat di perlintasan sebidang.
“Serta menerapkan Berteman (Berhenti sejenak, tengok kanan-kiri, jika aman, silakan jalan),” tutup As’ad. (*)
