Dharmasraya – IKM ku sayang IKM ku malang. Habiskan uang negara yang tak sedikit, pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) logam yang telah menelan korban di Jorong Kampung Dondan, Kenagarian Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, berujung sia-sia.
Bahkan, pembangunan IKM yang dulu direncanakan akan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat Dharmasraya, justru tak sesuai harapan dan menjadi beban Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD.)
Dari data yang di dapat, pembangunan IKM Logam pada tahun 2018 senilai kurang lebih Rp50 milyar, justru menyimpan cemoohan dari banyak kalangan masyarakat.

Pembangunan Sentra IKM Logam merupakan pusat pengembangan desain teknologi alsintan serta peralatan logam itu, kini bak bangkai.
Rencana pemerintah daerah dulunya, pembangunan IKM Logam, dapat perbaikan Alsintan, dan pembuatan logam, dengan terpusat pada satu titik tersebut, justru menyedot anggaran daerah.
Kini, PR besar tengah menunggu “lakek tangan dingin” Bupati Annisa Suci Ramadhani dalam membuka peluang lapangan kerja serta mendongkrak PAD dari sektor IKM tersebut.
“Dalam satu tahun, ada anggaran daerah Rp200 juta yang di kucurkan untuk kelanjutan IKM tersebut,” kata Kepala Dinas Komperdag, Ronie Puska, Rabu (27/08/25).

Ia mengatakan, saat ini ada dua kios yang di beroperasi yakni, kios mesin Bubut, yang digunakan oleh Musiran dan satu lagi kios yang dioperasionalkan.
“Untuk kios di IKM itu, ada sebanyak 13 kios dan yang beroperasi ada dua kios dengan mesin milik pribadi bukan pemda,” jelasnya
Ia tak menapik, bahwa hingga saat ini, IKM baru mampu menyumbangkan PAD bagi Kabupaten Dharmasraya dalam satu tahun Rp10juta.
“Saat ini PAD dari IKM ini baru Rp10 juta, dan itu baru berjalan sejak tahun 2024 kemaren,” ungkapnya.
Ronie mengatakan, untuk keseluruhan total aset daerah pada IKM tersebut bernilai kisaran Rp40 Miliyar.(*)




