“Dendam” Penertiban Lapak Berlanjut , PKL Hadang Truk Satpol PP

Para PKl dan personel perempuan Satpol PP Padang terlibat bentrok dengan para PKL yang mayoritas kaum hawa.
Para PKl dan personel perempuan Satpol PP Padang terlibat bentrok dengan para PKL yang mayoritas kaum hawa.

Padang, posinfo.co – Dendam lantaran lapak mereka di bersihkan di kawasan Pantai Padang, puluhan PKL yang kecewa melakukan aksi tandingan.

Para PKL yang biasa berjualan di Pantai Padang dekat danau Cimpago, menghadang truk satpol PP.

Truk ini semula melintas di kawasan tersebut, Jumat (22/9/2023).

Penghadangan tersebut berakhir ricuh dan menyebabkan perkelahian antara petugas satpol PP perempuan dengan para PKL yang mayoritas adalah ibu-ibu.

Walau petugas Satpol PP perempuan tersebut berhasil di selamatkan oleh petugas yang lain, tetapi massa beringas, dengan mengejar anggota satpol PP yang di selamatkan tersebut.

Baca Juga:PKL Pantai Padang Tolak Relokasi, Gelar Unjuk Rasa dan Tutup Akses Jalan

“Kami melakukan aksi demontrasi ini dengan damai, tetapi salah seorang petugas Satpol PP perempuan menyulut emosi kami,” ucap Rina, salah seorang demonstran.

Lebih lanjut, Rina menyampaikan, para PKL sudah 10 hari di larang berdagang di pinggir pantai, apalagi saat ini biaya kebutuhan hidup cukup tinggi.

“Kami ingin Walikota Padang hadir di sini. Sudah 10 hari kami tidak mempunyai penghasilan dari menjual Langkitang. Oleh karena itu, kami memblokade kembali jalan ini,” paparnya.

Lanjutan Aksi Sebelumnya

Sebelumnya, aksi serupa di lakukan oleh para PKL yang biasa berada di Pantai Padang.

Baca Juga: Puluhan Rumah di Padang Terancam Dampak Abrasi

Mereka menutup akses jalan, karena meminta Pemko Padang untuk memperbolehkan mereka untuk bisa berdagang kembali di sepanjang Pantai Padang.

Selain membentangkan poster, para pendemo juga menghadirkan jenazah mainan yang di selimuti kain, menandakan matinya mata pencarian para PKL yang telah lama berdagang di sepanjang pantai Padang.

“Kami hanya para penjual jajanan jalanan, jika kami di gusur dengan apa kami menghidupi keluarga kami pak,” jelas Febi yang merupakan salah seorang pendemo.

Sebelumnya, Pemko Padang menawarkan tempat berdagang yang baru di kawasan samping Jembatan Cimpago.

Kawasan yang sebelumnya menjadi lokasi parkir di jadikan sebagai Pasar Kuliner Pantai Padang. Nantinya, kawasan ini dihuni sebanyak 68 orang pedagang.

Sayangnya, para PKl terkesan menolak relokasi di lokasi tersebut dengan beberapa alasan. (007)

Exit mobile version