Danrem/032 WBR Tutup TMMD di Dharmasraya, Bupati Menghilang

Danrem 032/WBR Brigjen TNI Mahfud resmi menutup kegiatan TMMD di Nagari Sungai Kambuik, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya

Dharmasraya– Sejauh mata memandang, tampak ratusan pria bertubuh tegap berbaju loreng sibuk mempersiapkan penyambutan kedatangan orang bintang satu, di lapangan hijau Muaro Momong, Nagari Sungai Kambuik, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (21/9/2025).

Mereka memastikan, keamanan dan kelengkapan sarana dan prasarana dalam acara ucapara penutupan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD).

Di sisi lain, sekelompok pelajar SD, SMP dan SLTA dan anggota TNI bersiap- siap menempati posisi upacara. Para penari sekapur sirih tampak anggun dengan kostum khas minang kabau.

Stand stand UMKM sederhana miliki PKK nagari dan jorong berjejer rapi di sebelah kiri tenda utama, menawarkan beragam jenis makanan tradisional, menggugah selera.

Terlihat, sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai jorong serta ratusan warga telah memadati tenda tenda yang telah di siapkan oleh TNI tersebut.

Kedatangan Danrem 032/WBR Brigjen TNI Mahfud ke Dharmasraya dalam rangka upacara penutupan TMMD ke 125 yang sudah berjalan satu bulan sejak Juli lalu.

Jenderal bintang satu ini datang sekira pukul 09.00 Wib. Ironisnya kedatangan jenderal ini justru tidak disambut oleh orang nomor satu di daerah itu.

Bahkan Bupati Annisa juga absen dalam kegiatan penting itu dan memilih melakukan kegiatan luar daerah.

Ledatangan bintang satu selevel gubernur yang telah berjibaku membangun lewat TMMD justru disambut oleh wakil bupati.

Preseden buruk sepanjang Dharmasraya berdiri. Dimana, kedatangan jenderal itu, sejatinya disambut langsung oleh bupati selaku kepala wilayah yang fungsinya antara membina hubungan kelembagaan, menjaga martabat daerah, dan menjadi wajah formal dalam acara-acara strategis.

Apalagi, jika yang datang adalah seorang jenderal yang berjasa menjaga kedaulatan serta membangun wilayah Dharmasraya yang belum terjamah pembangunan.

Informasi yang didapat dari beberapa orang pemerintahan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, Bupati Annisa sedang berapa di Jakarta.

“Ketidakhadiran tanpa alasan yang benar-benar kuat, bukan hanya pelanggaran protokoler, tapi juga bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab simbolik,” celoteh Damri, salah seorang warga Dharmasraya.

Sebagian kalangan menyayangkan sikap Bupati Annisa. Apalagi, ini bukan kunjungan biasa. Ini adalah acara yang didedikasikan untuk menjaga hubungan baik antara TNI dan pemerintah daerah.

“Jenderal bukan artis makanya enggak disambut. Coba yang datang artis mungkin sudah disiapkan karpet merah serupa saat kedatangan penyanyi, Fauzana pada malam resepsi HUT ke 80 RI,” ucap salah seorang warga, Dariyanto.

Menurut Undang-undang No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah bertanggung jawab dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik.

Tapi tanggung jawab itu tak semata-mata administratif. Ia juga bersifat moral dan simbolik. Ketidakhadiran Bupati Annisa dalam momen ini bukan hanya soal ada urusan lain, tapi soal kegagalan membaca pentingnya kehadiran sebagai bentuk komunikasi politik dan penghormatan institusional.

“Kami ingin liat, bupati bergandengan tangan bersama pak Danrem membangun nagari,” lanjut Dariyanto.

Dari informasi yang berkembang, saat acara Bupati Dharmasraya tengah berada di Jakarta menghadiri acara partai.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *