Dharmasraya – Masuknya cabe asal Lampung, membuat harga cabe lokal turun hingga Rp10 ribu perkilo. Sebelumnya harga cabe perkilonya seharga Rp100 ribu hingga Rp110.000. turunnya harga cabe juga di ikuti oleh sembako lainnya seperti kentang, bawang dan tomat.
Pantauan media ini di Pasar Pulaupunjung, Minggu (26/10/25) harga kentang Rp25 ribu per kilo, kini menjadi Rp20 000, tomat dari Rp15 ribu perkilo kini menjadi Rp10 ribu, sedangkan bawang yang sebelumnya Rp35 ribu saat ini Rp30 ribu per kilo.
Penurunan harga kebutuhan pokok pada seminggu terakhir di bulan Oktober ini, justru membuat para ibu rumah tangga di daerah tersebut tersenyum.
“Alhamdulillah, harga sudah mulai turun di banding minggu lalu,” kata Rice (43), saat berbelanja kebutuhan pokok di pasar Pulaupunjung.
Hal yang sama juga di rasakan oleh, Armis (45) warga setempat. Ia menilai, Penurunan harga kebutuhan saat ini, sangat membantu.
“Dengan turunnya harga kebutuhan, tentu kita bisa membeli kebutuhan lainya,” ucap Armis saat berbelanja cabe.
Sementara itu, seorang pedagang cabe, Adrian (46) menyebutkan, bahwa turunnya harga kebutuhan pokok, akibat masuknya cabe asal Lampung. Namun hal itu, ada untung dan ruginya.
“Bagi ibu rumah tangga tentu beruntung, bagi petani tentu buntung,” katanya dengan lirih sambil tersenyum.
Ia mengatakan, turunnya harga kebutuhan pokok tersebut, berlangsung sejak minggu ketiga bulan ini. Hal itu, di karenakan, masuknya cabe asal Lampung.
“Tapi cabe lokal, baik itu dari solok maupun Padangpanjang, tetap di minati oleh masyarakat. Sebab, rasa pedas antara cabe Lampung dengan Solok jauh berbeda begitu juga degan rasanya,” ucap pedagang lokal itu.(*)
