BNPB dan Pemkab Pessel Bergerak Cepat: Bupati Hendrajoni Tinjau Kerusakan Parah Banjir Bandang di Kapelgam dan Bayang Utara

BNPB dan Pemkab Pessel bergerak cepat, bupati Hendrajoni meninjau kerusakan parah banjir bandang di Kapelgam dan Bayang Utara.

Painan — Banjir bandang dahsyat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan, dengan dampak paling berat dirasakan oleh masyarakat di Nagari Kapelgam dan Kecamatan IV Nagari Bayang Utara. Kerusakan meluas hingga ke pemukiman penduduk dan infrastruktur.

Pemkab Pesisir Selatan (Pessel) merespons cepat bencana besar ini. Pemerintah daerah segera menerapkan langkah tanggap darurat dan turun langsung ke lapangan untuk menilai kondisi nyata di lokasi terdampak.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, memimpin langsung kunjungan lapangan tersebut. Aksi cepat itu dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan warga mendapatkan bantuan secepat mungkin.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati tidak sendirian. Ia didampingi oleh pejabat pusat, yaitu Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik BNPB RI, Dr. Ir. Afrial Rosya, yang datang untuk melakukan asesmen langsung.

Rombongan tiba di lokasi terdampak pada Minggu (30/11). Mereka bergerak ke sejumlah titik untuk melihat kondisi kerusakan yang terjadi setelah banjir bandang.

Bupati Hendrajoni memotivasi warga yang terkena dampak banjir bandang.

Tinjau Infrastruktur

Fokus utama kunjungan adalah meninjau infrastruktur yang terputus, rumah warga yang hancur, hingga lahan pertanian yang terendam. Semua temuan ini menjadi dasar penentuan langkah pemulihan jangka pendek dan panjang.

Di Nagari Kapelgam, banjir bandang menyebabkan kerusakan cukup serius. Beberapa rumah penduduk hanyut terbawa arus deras dalam hitungan menit.

Tercatat empat rumah hilang tersapu banjir. Selain itu, satu musholla mengalami kerusakan berat akibat kuatnya terjangan air.

Tak hanya itu, satu unit heler padi turut dilaporkan hilang. Ratusan hektare sawah dan area perkebunan juga rusak parah akibat lumpur dan genangan air.

Sementara itu, kondisi di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara jauh lebih kritis. Empat nagari yang berada di wilayah ini terisolasi total akibat akses jalan yang terputus.

Bupati Hendrajoni dan rombongan di salah satu lokasi yang terdampak banjir bandang.

Nagari Pancung Taba, Limau Gadang, Muaro Aie, dan Ngalu Gadang menjadi wilayah paling terdampar. Lebih dari 3.000 jiwa terdampak dan membutuhkan bantuan segera.

Nagari Pancung Taba mencatat kerusakan paling berat. Terdapat enam rumah hanyut serta 16 rumah rusak berat akibat banjir.

Selain itu, 18 rumah lain juga mengalami kerusakan sedang hingga ringan. Sementara di Nagari Limau Gadang, lima rumah dilaporkan hanyut dan empat lainnya mengalami kerusakan signifikan.

Listrik dan Sinyal jadi Kendala

Bupati Hendrajoni mengatakan, hambatan terbesar dalam penanganan bencana adalah padamnya listrik dan putusnya jaringan komunikasi. Kondisi ini menyulitkan proses koordinasi dan distribusi bantuan awal.

“Ketiadaan listrik dan sinyal membuat akses informasi sangat terbatas. Ini tantangan besar bagi tim di lapangan,” ujar Hendrajoni.

Sebagai respons cepat, Pemkab Pessel segera mengaktifkan tim terpadu. Tim ini merupakan kolaborasi antara TNI, Polri, BPBD, BNPB, Dinas Sosial, serta para relawan.

Tim terpadu tersebut bergerak serentak untuk menyalurkan bantuan darurat. Paket bantuan berupa beras, mi instan, air mineral, dan makanan siap saji mulai didistribusikan ke titik-titik pengungsian.

Bantuan tambahan juga datang dari BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). Penyaluran dilakukan langsung oleh Anggota DPR RI, Lisda Hendrajoni, yang turut turun ke lokasi terdampak.

Para korban banjir bandang mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Lisda memberikan perhatian khusus kepada empat nagari yang masih terisolasi. Ia memastikan kebutuhan warga di daerah tersebut dapat terpenuhi meski akses sangat sulit.

Untuk mendukung aktivitas penyelamatan, fasilitas darurat telah didirikan. Posko kesehatan disiapkan untuk memberikan pelayanan medis cepat bagi warga yang sakit dan terluka.

Selain itu, dapur umum telah dibuka untuk memastikan warga terdampak mendapatkan makanan setiap hari. Tenda-tenda pengungsian juga didirikan bagi warga yang rumahnya rusak atau hanyut.

Direktur BNPB, Afrial Rosya, menegaskan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh. BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk percepatan pemulihan infrastruktur.

Salah satu fokus utama BNPB adalah normalisasi sungai. Langkah ini melibatkan Balai Wilayah Sungai V Sumbar dan Dinas PUPR Pessel sebagai upaya pencegahan bencana berulang.

Selain itu, BNPB juga akan menyediakan genset darurat untuk memulihkan penerangan sementara di beberapa titik. Penerangan tersebut sangat penting bagi kelancaran distribusi logistik dan komunikasi antartim.

Afrial memastikan bahwa seluruh temuan lapangan akan dilaporkan ke pemerintah pusat. Hal ini menjadi dasar bagi keputusan cepat dalam penanganan selanjutnya.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa asesmen lanjutan akan terus dilakukan. Upaya ini bertujuan memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara optimal.

Dengan sinergi antara pemkab, BNPB, dan seluruh unsur terkait, proses pemulihan diharapkan berlangsung lebih cepat dan masyarakat dapat segera bangkit dari dampak bencana besar ini. (*)

Exit mobile version