Dharmasraya– Sejatinya, masyarkat justru menjaga dan merawat pohon pelindung yang ditanam sepanjang jalan lintas Sumatera oleh pemerintah.
Hal ini sebagai bentuk menjaga kualitas udara untuk tetap segar dan bebas dari polusi yang disebabkan oleh asap kendaraan maupun debu.
Namun, sikap beberapa oknum masyarakat yang dinilai tidak mencerminkan cinta lingkungan sangat terlihat.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya menemukan adanya sejumlah pohon pelindung di sepanjang Jalinsum yang diduga sengaja dimatikan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya, Budi Waluyo, mengatakan, dari pantauan anggotanya di lapangan, telah ditemukan adanya sejumlah pohon pelindung yang diketahui mulai mengering daunnya. Bahkan ada yang sudah beranjak lapuk.
Yang mengejutkan lagi, dari sejumlah pohon yang mulai mati itu ditemukan tanda tanda kerusakan pada pangkal pohon.
Ada yang dibakar pelan pelan di pangkal pohon, ada juga yang dikuliti, dan sengaja disiram minyak tanah dan herbisida.
“Ini sungguh satu sikap yang merusak kesegaran udara, dan mempersiapkan pencemaran udara,” ucap mantan kabag Humas tahun 2014 itu, Selasa (09/09/25).
Ia mengatakan, Pohon pelindung di sepanjang Jalinsum sebagian besar adalah pohon mahoni dan ada juga dari jenis lain. Jika tidak ada upaya membunuh dan memusnahkan, sangat jarang pohon mahoni mengalami kematian.
Meskipun hal itu mungkin saja terjadi, namun kemungkinannya kecil. Kemungkinan yang besar itu ada upaya untuk memusnahkan tanaman pelindung untuk keperluan tertentu.
Menurutnya, matinya pohon-pohon tersebut dapat mengakibatkan munculnya potensi gangguan bagi pengguna Jalinsum.
Malah pohon kayu yang mulai mengering itu menjadi momok bagi pengguna jalan. Wajar saja jika banyak warga masyarakat yang mengeluh terkait hal itu, bahkan langsung menyampaikan ke media.
“Bila sudah lapuk, bahaya akan mengintai setiap pengguna jalan nantinya, sewaktu waktu dahan yang lapuk akan patah dengan sendirinya,” sebut Budi Waluyo.
Lebih jauh Budi Menjelaskan, keberadaan pohon pelindung di sepanjang Jalinsum merupakan salah satu kelengkapan dari adanya suatu jalan umum.
Kegunaannya adalah untuk mengurangi polusi udara yang keluar dari asap kendaraan bermotor. Selain itu juga untuk membantu mewujudkan kesejukam dan keteduhan bagi pengguna jalan.
Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan, agar warga masyarakat yang di sekitar rumahnya ada pohon pelindung Jalinsum, kiranya dapat memelihara keberlangsungan hidupnya. Setidaknya jangan ada niat untuk mengakhiri hidup tanaman pelindung tersebut.
“Mari kita sama-sama saling menjaga, merawat keberlangsungan pohon pelindung tersebut,”pintanya.(*)
