Dharmaraya– Kemeriahan HUT PGRI ke 80, di Bumi Ranah Cati Nan Tigo Dharmasraya, sangat kental terasa. Dimana, PGRI gelar Pekan Olahraga Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) tingkat kecamatan dan Kabupaten, yang di ikuti oleh seluruh guru dibawah naungan PGRI.
Dalam kegiatan tahunan itu, beberapa cabor yang dipertandingkan diantaranya Badminton, Voli Ball, Tenis Meja, Catur dan kesenian Solo song. Bahkan, kegiatan tersebut merupakan ajang seleksi untuk ke tingkat nasional, SMP N3 Sitiung, ditunjuk jadi salah satu lokasi pertandingan.
“Ini adalah ajang untuk mencari bibit potensial untuk Porsenijar ketingkat provinsi dan nasional,” kata Koordinator tenis meja Kabupaten dan sekaligus sekretaris PTMSI Kabupaten, Siska Erliani Selasa (16/09/25).
Dikatakannya, di tunjuknya SMP N3 Sitiung sebagai salah pelaksanaan kegiatan lomba tenis meja, dikarenakan sekolah tersebut memiliki sarana olahraga yang memadai.
“Kita punya sarana olahraga tenis meja yang sangat memadai dengan kondisi udara sejuk dan nyaman,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, bahwa perlombaan saat ini merupakan ajang seleksi untuk memperebutkan tiket menuju tingkat provinsi Sumatera Barat.
“Untuk seleksi tingkat kecamatan sudah selesai, jadi saat ini tingkat kabupaten menuju provinsi,” jelasnya.
Ia mengatakan, kegiatan Porsenijar yang di ikuti oleh seluruh guru, mulai dari PAUD, TK, SD, SLB, SMP, SMA, SMK itu, semua harus memiliki kartu PGRI.
“Tampa ada KTA PGRI, siapapun itu guru, tidak bisa mengikuti pertandingan,” sebutnya kepada awak media.
Lewat moto, “Mewujudkan Guru Sehat, Kreatif, sportif, Profesional, dan Berbudaya Menuju Indonesia Maju” PGRI Kabupaten Dharmasraya, siap berkompetisi di tingkat provinsi.
“Kita menyakini, atlit tenis meja PGRI Dharmasraya, mampu raih tiket ke provinsi,” ucapnya penuh yakin.
Menurutnya, pelaksanaan lomba dimulai pada 16 hingga 18 September 2025. Untuk cabang seni, kegiatan dipusatkan di SMK Negeri 1 Koto Baru. Sementara itu, pertandingan catur, badminton, dan tenis meja berlangsung di lokasi yang telah disiapkan oleh panitia kabupaten.
Ajang ini juga menjadi langkah awal bagi guru-guru untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka di luar ruang kelas. Nantinya, para pemenang akan mewakili Dharmasraya ke tingkat provinsi.
“Target kami bukan hanya sukses penyelenggaraan, tapi juga berhasil mengirimkan peserta terbaik ke ajang tingkat provinsi,” tambahnya.
Hadiah dan medali untuk para pemenang akan diberikan pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada 25 November 2025 mendatang. Hadiah disiapkan untuk berbagai kategori, baik tunggal putra maupun putri, ganda, hingga ganda campuran, masing-masing juara satu hingga tiga.
Peserta yang berkompetisi dalam setiap cabang olahraga berasal dari dua orang per kecamatan untuk kategori putra dan putri. Dengan sistem ini, kompetisi diharapkan berlangsung adil dan merata di seluruh wilayah Dharmasraya.
“Jadi ada sebanyak 44 orang atlet PGRI yang berlaga pada semua cabor dalam HUT ini,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Dharmasraya, Ibnu Syahid, MPd, mengharapkan kegiatan Porsenijar tingkat kabupaten ini, berjalan baik sesuai harapan, sehingga nantinya melalui kegiatan ini, bisa memperkuat silaturahmi antar guru di tubuh PGRI.
“Mari kita jadikan kegiatan ini, untuk membuka kreativitas kita, untuk mencetak guru,junjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.(*)
