Padang, posinfo.co – Meski Dinas Pendidikan Sumbar mengklaim jika Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 berjalan lancar tanpa kendala, namun tidak berarti berkahir dengan happy ending.
Pasalnya salah seorang warga Kota Padang, Adrian Tuswandi mencium ada aroma tidak sedap pada PPDB tahun ini.
Ia menduga PPDB tahun ini sarat kecurangan dan harus di ungkap ke publik agar tidak terjadi lagi pada PPDB selanjutnya.
Mencurigai adanya indikasi kecurangan ini, Adrian Tuswandi melaporkan dugaan adanya kuota siluman pada PPDB SMA/SMK Negeri 2023 ke Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar).
“Saya ke Ombudsman Sumbar untuk melaporkan dugaan adanya kuota siluman saat penerimaan PPDB saat ini,” ujarnya, Jumat (7/7/2023).
Ia menjelaskan, kuota siluman yang dimaksud adalah kuota yang di publish tidak sesuai dengan faktanya.
Baca Juga: Masalah Perpindahan KK pada PPDB, Disdik Sumbar Bilang Begini!
“Awal dugaan ini di ketahui, berawal dari adanya tes psikologi untuk siswa baru yang saat ini tengah berlangsung,” jelasnya.
Ia melanjutkan, siswa yang mengikuti tes psikologi tersebut, terdapat 360 orang siswa baru, sementara yang terdaftar pada sistem hanya 341 orang.
“Ada dugaan terdapat sekitar 20 kuota siluman,” tutupnya.
Ombudsman Turun Tangan
Menanggapi hal tersebut, Asisten Bidang Penerimaan dan Verifikasi Pelaporan Ombudsman Sumbar Cahyono menjelaskan, akan menyelidiki laporan tersebut.
Baca Juga: Perpindahan KK Cara Licik untuk Tembus Sekolah Zonasi
Cahyono mengaku laporan masyarakat terkait dugaan kuota siluman PPDB SMA, berdasarkan pada formasi daya tampung pada website PPDB SMA.
“Kita akan melakukan pemeriksaan sesuai dengan disposisi Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar,” tutupnya.
Menanggapi laporan ini, Kepala Bidang Sekolah Menengah Atas (SMA) Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan membantah adanya kuota siluman saat PPDB 2023 ini.
“Tidak benar jika ada kuota siluman. Penerimaan sudah jelas di website” ujarnya singkat. (007)
