Dharmasraya, posinfo.co – Lagi-lagi, stopel batu bara di wilayah Sungai betung, Kecamatan Sungai Rumbai, bikin gaduh pengguna jalan.
Pasalnya, penumpukan batu bara asal Kabupaten Bungo itu, memakak Jalan Nasional sebagai areal parkir. Penegak hukum di nilai tutup mata.
Kemacetan panjang, debu serta jalan yang di penuhi lumpur, membuat para netizen beraksi.
Tak sedikit, di media sosial berseliweran aksi main bagak sang pemilik stopel jadi perbincangan.
Seperti yang di unggah oleh akun Aslan syah “Debu jadi santapan pagi siang” serta Deddy Om Ded dengan 5,2 ribu tayang dengan ungkapan, Dulu tak pernah macet macet.
Bukan hanya itu, dalam postingan “Info Dharmasraya, yang di tulis oleh salah seorang wartawan Azhar.
Ia memberi kabar kondisi kemacetan jalan lintas nasional Sungai Betung akibat truk batu bara asal Kabupaten Bungo, Jambi.
Dalam pantauan sejumlah media di lapangan, terlihat truk dari berbagai jenis menggunakan jalan nasional sebagai tempat parkir.
Mirisnya lagi, pengguna jalan serta masyarakat setempat, dari pagi hingga pagi harus menikmati pekatnya debu jalanan yang di sebabkan oleh kegiatan penumpukan batu bara.
“Setiap hari jalan ini macet, 1 kilo arah Padang satu kilo pula arah Bungo,” kata Beni salah seorang pedagang di kawasan tersebut, Sabtu (11/05/24).
Ia mengaku, pekatnya debu serta panjangnya antrian truk pengangkut batu bara, sangat mengganggu, karena menutupi warungnya.
“Sangat mengganggu, kita di sini buka usaha untuk cari makan. Kalau sudah sepanjang itu truk parkir, tentu menutupi warung kami,” ucapnya
Ia berharap, adanya aksi nyata dari pemerintah untuk menanggulangi kemacetan serta truk yang parkir di sepanjang jalan Nasional itu.
Belum Kantongi Rekomendasi dan Izin
Seperti di beritakan sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Budi Waluyo, saat di konfirmasi terkait izin persetujuan lingkungan mengatakan, bahwa pihaknya sejak 2023 hingga 2024 belum ada mengeluarkan surat persetujuan lingkungan.
“Ada satu, dan itu baru sebatas nanya nanya saja,” ucapnya sangat via WhatsApp, Selasa (05/03/24).
Meski belum kantongi rekomendasi persetujuan lingkungan, namun stopel batu bara yang jadi buah bibir masyarakat itu tetap beroperasi.
Sementara itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Bagus Ikhwan melalui Kasatreskrim Iptu Heri yuliardi, saat di konfirmasi via WhatsApp, apakah stopel batu bara yg ada di Wilayah sungai betung kecamatan Sungai rumbai sudah memiliki izin.
“Nanti kita cek ya ,sudah hampir 2 minggu ini kegiatan di Polda,” jawabnya singkat Selasa(05/03/24). (010)
