Oleh Arief Kamil
Jurnalis dan Pemerhati Olahraga Sumatera Barat
Belakangan viral di jagad maya terkait kondisi terkini Stadion Haji Agus Salim Padang.
Bukan saja di Facebook, beberapa akun TikTok merekam kondisi memprihatikan stadion kebanggan masyarakat Minang tersebut.
Kondisi Stadion H Agus Salim Padang saat ini memang benar-benat memilukan.
Pada tribun terbuka di tumbuhi bukan saja rumput, bahkan sudah berbentuk pohon kecil. Saking tak terawatnya.
Kondisi yang sama juga terlihat di pagar pembatas stadion, tumbuhan liar merambat hingga memanjat pagar pembatas.
Situasi lapangan juga sangat memilukan termasuk fasilitas lain seperti tempat duduk VIP yang sudah berdebu, tebal. Ada pula yang retak dan pecah.
Hal yang sama juga berlaku di ruang ganti pemain yang sangat kotor, berikut kamar mandi dan WC yang nyaris tidak berfungsi. Masuk kedalamnya, bulu kuduk seakan berdiri. Angker!
Salah seorang masyarakat pencinta Semen Padang yang enggan di sebut namanya mengatakan nyaris membawa temannya yang dari Jakarta untuk melihat langsung kondisi stadion.
Namun, ia bersyukur hal itu tidak terjadi, lantaran, kondisi dalam stadion yang sangat-sangat memiriskan hati.
Malu. Ya, wajar saja, sebab nama besar stadion ini sudah terdengar ke mana-mana lantaran sempat menjadi markas utama tim kebanggan masyarakat Sumbar, Semen Padang FC.
Baca Juga: Semen Padang jadi Buruan Agen Pemain Asing
Minim Perawatan
Ada pula yang menuding, pemerintah dalam hal ini Dispora Sumbar hanya bisa menerima uang saja, sementara tidak melakukan perawatan terhadap stadion. Saya setuju!
Sebab, untuk bisa bermain di hadapan publik sendiri, Semen Padang FC membayar cukup besar agar bisa mentas di stadion tersebut.Belum lagi untuk latihan.
Selain itu Dispora Sumbar juga menarik retribusi bagi masyarakat yang berjualan di kawasan GOR.
Sejatinya, untuk fasilitas olahraga yang tentunya fasilitas publik, pemerintah tidak harus berkutat dengan target APBD.
Menyangkut hal ini, Ketua Askot PSSI Padang Mastilizal Aye ikut berkomentar di sosial media.
Pria yang juga anggota DPRD Padang itu menyebut, sebelumnya pada 2019 lalu ada wacana pengelolaan GOR Agus Salim termasuk stadion di pindahkan ke Pemko Padang.
Pada saat itu Mahyeldi Ansharullah masih menjabat sebagai Walikota Padang.
Menurutnya, saat ini adalah momen yang tepat, lantaran Mahyeldi telah menjabat sebagai Gubernur Sumbar.
“Dulu saat menjadi Walikota Padang di minta Pemko Padang untuk dihibahkan ke Pemko Padang.”
“Kini setelah jadi gubernur, limpahkanlah ke Pemko Padang biar di kelola oleh Dispora Padang,” tulis Aye.
Baca Juga: Jelang Pildun U-17, Bima Sakti Sudah Kantongi 3 Pemain Keturunan
Sempat Dikelola Pihak Ketiga
Sebelumnya, pada 2021-2022 pengelolaan komplek GOR Agus Salim, termasuk stadion pernah di kelola oleh pihak ketiga.
Entah karena apa masalahnya, pengelolaan GOR Agus Salim di ambil alih oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar.
Saat itu, pihak ketiga dibebani terget pendapatan yang di bayarkan ke kas daerah. Cukup besar pendapatannya.
Saat ini stadion Agus Salim terlihat tacelak. Pihak ketiga melakukan kerjasama dengan produsen cat dan membranding Stadion Agus Salim dengan warna-marni yang indah.
Namun, selepas itu, saat ini stadion yang sudah berusia 39 tahun itu terlihat seperti stadion tak terawat.
Padahal lokasinya berada di pusat kota, bukan di tempat “jin buang anak”. Kasihan dan memilukan.
Jika memang tak mampu merawat lantaran minum anggaran, ada dua opsi yang bisa dilakukan Pemprov Sumbar.
Pertama, menyerahkan (hibah) sepenuhnya komplek GOR Agus Salim (termasuk stadion) ke Pemko Padang.
Kedua, kembali bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pengelolaan. Opsi kedua ini di nilai sangat menguntungkan Pemprov Sumbar.
Sebab, tak perlu lagi susah-susah memikirkan kondisi stadion Agus Salim, sementara di sisi lain,tetap menerima APBD dari pihak ketiga.
Silakan pilih, tapi jangan salah pilih! (001)
