Sijunjung – Jaminan kesehatan yang menjadi slogan dalam meraup suara di Pilpres seakan tidak dirasakan oleh pasangan Fadli Mubarok dan Evi Amelia.
Mereka adalah Nagari Maloro, Kecamatan Kamangbaru, Kabupaten Sijunjung dengan latar belakang ekonomi kurang mampu.
Imbasnya, bayi pertama mereka yang bernama Azarina Alfatih (20 bulan), mendapat penolakan dari RSUP M. Djamil Padang karena alasan ruang perawatan (ICU) yang penuh.
Sebelumnya, ia beberapa hari terkatung-katung di RSUD Sijunjung. Azarina Alfatih akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (24/10/2024).
Azarina Alfatih di diagnosa mengidap tumor ginjal, sehingga tubuhnya semakin kurus dan perutnya membuncit.
Selama menjalani penanganan medis di rumah sakit, kedua orang tua korban nyaris putus asa dan merasa harapan untuk menyelamatkan putri mereka semakin tipis.
Namun, berkat dukungan dan motivasi dari berbagai pihak, mereka tetap berupaya berjuang demi kesembuhan anak semata wayang tersebut.
Hingga Jumat (18/10/2024) malam lalu, Azarina masih menunjukkan semangat untuk menerima makanan dan minum susu.
Berbekal kartu BPJS Kesehatan, kedua orang tua Azarina berharap adanya pertolongan dari berbagai pihak, khususnya Pemkab Sijunjung.
Ayah korban, Fadli Mubarok kepada awak media menceritakan, putrinya telah beberapa kali mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Terakhir, karena kondisinya semakin memburuk, Selasa (15/10/2024), Azarina dilarikan ke RSUP M Djamil Padang untuk menjalani operasi.
Namun, ia kembali di kirim ke RSUD Sijunjung, karena alasan ruang ICU yang penuh.
Sejak saat itu, ia terpaksa di rawat sementara di RSUD Sijunjung, dengan di pasang alat bantu pernapasan, di beri cairan infus dan menjalani pemeriksaan medis secara berkala.
Pihak RSUD Sijunjung juga berupaya terus berkomunikasi dengan RSUP M. Djamil Padang agar pasien dapat segera dirujuk.
Namun, hingga Sabtu (19/10/2024), RSUP M Djamil masih menyatakan bahwa ruangannya sedang penuh.
“Kami merasa harus pasrah saja, karena upaya pertolongan untuk Azarina di RSUP M Djamil tidak kunjung berhasil,” keluhnya kepada awak media, Jumat (18/10/2024) lalu.
Pj Bupati Sijunjung Maifrizon ikut turun tangan menghubungi pihak RSUP M Djamil.
Namun, usaha tersebut kembali kandas karena alasan yang sama, ruang perawatan penuh.
“Ya, betul, saya juga sudah menghubungi pihak RSUP M Djamil Padang, dan ternyata ruangan penuh.”
“Kebetulan saat ini saya juga sedang bersama Kadis Kesehatan Kabupaten Sijunjung,” ujarnya singkat.
Para Tokoh Sibuk Kampanye
Seorang tokoh masyarakat asal Nagari Muaro, yang sekaligus menjadi relawan untuk kesembuhan korban, Hery Pribadi, menuturkan bahwa tindakan medis (operasi) terhadap Azarina harus di lakukan.
Hal ini mengingat kondisinya masih terlihat segar dan ia masih mau makan dan minum susu.
“Kalau di lihat secara fisik, korban masih bisa di selamatkan lewat proses operasi.”
“Namun, saya sendiri juga bingung, kepada siapa harus mengadu.”
“Karena sejumlah tokoh penting yang saya hubungi justru tidak menggubris. Lagipula di Sijunjung, orang sedang sibuk berpolitik,” cetusnya.
Lantaran merasa masih memiliki harapan, sepanjang Jumat hingga Sabtu (18-19/2024), Hery Pribadi terus mencoba menghubungi sejumlah tokoh penting Kabupaten Sijunjung.
Hal ini demi menyelamatkan nyawa balita penderita tumor asal Maloro, Kecamatan Kamangbaru tersebut.
Hingga Kamis (24/10/2024) siang, kabar duka datang dari Kota Padang, menyebutkan bahwa Azarina telah meninggal dunia.
Hal ini di benarkan oleh Pj Bupati Sijunjung Maifrizon saat di hubungi via ponselnya, dan menyatakan bahwa ia sudah menerima kabar tersebut.
Maifrizon menjelaskan, pihaknya sebelumnya berhasil memfasilitasi proses rujukan Azarina ke RSUP M Djamil Padang serta melakukan tindakan medis. Namun, takdir berkata lain, pasien pun meninggal dunia.
Telah Mendapat Perawatan
Di hubungi terpisah, Manajer Pelayanan RSUP Dr M Djamil Padang menyatakan Azarina Alfatih telah mendapat perawatan dari RSUP M Djamil Padang pada Sabtu (19/10/2024) dengan diagnosa tumor willms (tumor ginjal ,kanan).
Azarina juga menderita gizi buruk tipe marasmik dan hipoglikemia.
RSUP M Djamil langsung menyiapkan tim pelayanan kesehatan terpadu dengan berbagai keilmuan medis untuk melakukan perawatan instensif terhadap pasien.
Dalam perawatannya, anak ini di nyatakan meninggal dunia pada Kamis 24 Oktober sekitar pukul 11:00 WIB. (*)




