Punya Cucak Hijau Batu Busuk? Ini Bakat Alamnya

Cucak Hijau (Foto: Istimewa)
Cucak Hijau (Foto: Istimewa)

Padang, posinfo.co – Ada beberapa daerah di Sumatera Barat yang menjadi “gudang” Cucak Hijau yang memiliki bakat alam yang bagus, salah satunya Kota Padang.

 

Hal itu terlihat dari kualitas mental, vokal dan keaktifan membongkar nyanyian asli hutan, sesuai dengan lokasi berkembang biaknya.

 

Di Kota Padang, terdapat dua lokasi yang menjadi favorit tukang pikek,  satu di Kampus Unand Limau Manis.

 

Satunya lagi, hutan Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh.

 

Tidak sulit untuk sampai ke lokasi. Hutan yang tergolong hijau ini masih berada di kawasan ramai penduduk.

 

Apalagi di sana, terdapat banyak ladang milik masyarakat. Walau begitu, tetap saja masih terjaga keasriannya.

 

Tapi, jika sudah sampai ke jantung hutan, situasinya sudah berbeda, terasa hutan hujan asli, seperti kebanyakan hutan di kawasan bukit barisan.

 

Jadi Buruan Utama

 

Cucak Hijau di kawasan hutan Batu Busuk menjadi salah satu buruan utama para tukang pikek.

 

Hanya saja, tak semua yang ke sana beruntung membawa pulang Cucak Hijau. Terkadang hanya mendapat hasil burung daun lainnya seperti Bungo dan Koto.

 

Hal itu, lantaran jumlah populasi Cucak Hijau di sana sudah sangat minim, sebab sudah nyaris berpindah ke tangan hobies.

 

Walau begitu, bagi tukang pikek yang beruntung, masih bisa membawa pulang gacoan jenis ini, meski hanya satu atau dua ekor paling banyak.

 

Keunggulan Cucak Hijau Batu Busuk

 

Sebenarnya jika dikaji dari kualitas alam, Cucak Hijau Batu Busuk nyaris sama dengan Cucak Hijau Kampus Unand, Limau Manis.

 

Hal itu terlihat dari postur tubuh yang besar dan panjang. Cucak Hijau Batu Busuk terkenal dengan mentalnya yang bagus.

 

Diki Selah, seorang tukang pikek menyebut, Cucak Hijau Batu Busuk merupakan gacoan yang paling dicari pemain Cucak Hijau di Padang.

 

“Cucak Hijau Batu Busuk merupakan  salah satu buruan primadona. Butuh kesabaran dan keuletan untuk bisa mendapatkannya,” ujar Diki, Rabu (17/5/2023).

Ia mengaku beberapa kali berhasil mendapatkan burung hijau ini, baik anakan maupun dewasa.

 

“Mengapa sangat dicari? Karena Cucak Hijau Batu Busuk ini rata-rata memiliki mental bagus, cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.”

 

“Selain itu, kebanyak gacor, ngetrok dan cepat jadinya. Tak heran, jika sudah ada di tangan pemain, tak berapa lama bisa di bawa ke lapangan,” cetusnya.

 

Tetap Jaga Kelestarian

 

Ia mengimbau, agar tukang pikek juga ikut memperhatikan ekosistem dan ikut menjaga kelestarian burung jenis ini di hutan.

Baginya, kalau bisa, kalau kebetulan mendapat Cucak Hijau Betina di lepas saja. Ambil yang anakan atau sudah dewasa.

 

“Sudah saatnya kita menjaga aset hutan ini sehingga tidak punah,” pungkasnya. (001)

Exit mobile version