Jakarta, posinfo.co – Elaktabilitas Capres Prabowo Subianto makin meyakinkan. Posisinya mengungguli Ganjar Pranowo maupun Anis Baswedan.
Hasil ini setidaknya modal bagi Menhan ini untuk terus mengungguli beberapa Capres lain. Termasuk nama-nama yang berada di luar tiga besar.
Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (1/6) mengatakan, saat ini elaktabilitas Prabowo mencapai 25,3 persen. Sedikit di atas Ganjar Pranowo.
Sementara Ganjar Pranowo 24,0 persen. Sementara Anies Baswedan tercecer dengan tingkat elektibelitas 17, 2 persen.
Dari persentase tersebut, Prabowo dan Ganjar bisa dikatakan akan bersaing ketat. Sementara Anies harus berjuang keras untuk menyusul elaktabilitas dua pesaingya.
Data survei ini melalui wawancara tatap muka terhadap responden yang di pilih secara multistage random sampling.
Untuk margin of error kurang lebih 2,89 persen, tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Tercecernya Ganjar di duga lantaran ciloteh Gubernur Jawa Tengah itu seputar tuan rumah Piala Dunia U-20. Di mana Indonesia batas menjadi tuan rumah Piala Dunia tingkat usia itu.
“Konon kemarahan publik terarah pada Ganjar, di ikuti dengan penurunan elaktabilitas pada awal April 2023,” ujar Rudi Hartono.
Keputusan PDIP Berbuah Manis
Meski begitu, Rudi mengatakan, keputusan PDIP mempercepat deklarasi Capres dari partai berlambang banteng itu, sedikit banyak mencegah merosotnya elektebelitas Ganjar.
Terbukti, namanya tidak tidak terlanjur tenggelam dan masih mendapat perhatian publik saat ini.
Ia menambahkan, selain tiga nama tersebu Y-Publica mencatat, terdapat beberapa nam yang berpotensi hadir sebagai pesaing yang menempati posisi tiga besar itu.
Mereka adalah Ridwan Kamil (5,6 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (4,7 persen), Puan Maharani (4,3 persen).
Selanjutnya Sandiaga Uno (3,5 persen) dan Erick Thohir (2,8 persen). Berikutnya Khofifah Indar Parawansa (1,7 persen), Airlangga Hartarto (1,4 persen).
Sementara Gibran Rakabuming Raka (1,0 persen) Andika Perkasa (0,7 persen), Yenny Wahid (0,6 persen), Mahfud MD (0,5 persen), dan Muhaimin Iskandar (0,4 persen).
Rudi menyebutkan, hasil survei ini bukanlah hasil akhir, sifatnya dinamsi dan terus bergerak.
“Intinya, peta pencapresan dan koalisi partai-partai masih akan dinamis hingga menit-menit terakhir menjelang jadwal pendaftaran ke KPU,” ulasnya. (025)
