Dharmasraya — Gelaran perdana Dharmasraya Car Free Day (CFD) langsung mencuri perhatian warga Minggu pagi (19/4/26), kawasan Jalan Lintas Sumatera KM 1–2 Pulau Punjung berubah total menjadi lautan manusia yang memadati ruas jalan sejak fajar menyingsing.
Bahkan sebelum pukul 06.00 WIB, warga sudah berdatangan untuk menikmati suasana bebas kendaraan. Jalan yang biasanya dipadati lalu lintas itu mendadak menjadi ruang publik terbuka—ramai, hidup, namun tetap tertib dan nyaman.
Beragam aktivitas pun mewarnai pagi itu. Mulai dari jalan santai, bersepeda, hingga senam massal yang diikuti ratusan peserta dengan penuh energi. Kegiatan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB tanpa kehilangan antusiasme.
Tak kalah menarik, area bazaar UMKM dan panggung hiburan menjadi magnet tersendiri. Pengunjung silih berganti memadati stan kuliner dan produk lokal, sementara sebagian lainnya menikmati hiburan dan berburu doorprize yang disediakan panitia.
Kemeriahan ini melibatkan semua kalangan. Anak-anak, remaja, hingga lansia tampak larut dalam suasana, menjadikan CFD sebagai ruang kebersamaan lintas generasi.
Bupati Annisa Suci Ramadhani, yang hadir bersama jajaran pejabat daerah dan unsur Forkopimda, turut membaur dengan masyarakat. Ia mengaku bangga melihat sambutan luar biasa pada pelaksanaan perdana ini.
“Masyarakat membutuhkan ruang terbuka yang sehat dan nyaman. Hari ini kita melihat sendiri bagaimana jalan yang biasanya padat kendaraan bisa menjadi ruang kebersamaan yang segar, bersih, dan menyenangkan. Selain itu, UMKM juga ikut bergerak,” ujarnya.
Bagi warga, CFD bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga momen berharga bersama keluarga. Rina (34), yang datang bersama suami dan putrinya Alya (6), mengaku sengaja hadir lebih pagi agar anaknya bisa bermain dengan leluasa.
“Jarang sekali ada ruang seperti ini. Anak saya senang sekali bisa bersepeda bebas tanpa khawatir kendaraan. Kami jadi bisa menikmati waktu bersama,” katanya.
Tingginya animo masyarakat pada gelaran perdana ini menjadi sinyal kuat bahwa Car Free Day Dharmasraya berpotensi menjadi agenda rutin yang dinanti-nantikan. Selain menghadirkan gaya hidup sehat, kegiatan ini juga membuka ruang interaksi sosial sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal. (*)
