Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Kegiatan Mahasiswa MBKM di Nagari Andaleh, Batipuh, Tanahdatar

Oleh Sepri Reski

Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) bersama mahasiswa MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Unand mengadakan diskusi intens dengan dua kelompok peternak di Nagari Andaleh, Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanahdatar.

Kedua kelompok adalah Elok Basamo Saiyo dengan sebelas ekor sapi dan Kelompok Mantagi dengan tiga ekor sapi.

Diskusi dan kunjungan lapangan itu berlangsung pada Kamis (26/9/2024) di kantor walinagari.

Dalam sambutan Walinagari mengharapkan adanya kerjasama dan link yang bisa berjalan mendukung program, khususnya untuk kedua kelompok yang ikut serta.

“Pada umumnya bagi masyarakat tani di nagari Andaleh, yang mencapai 95 % bercocok tanam palawija dan hortikultura. Secara terpadu mereka perlu pupuk dari ternak.” katanya.

“Diharapkan, dengan demikian tersambung berbagai aktivitas pertanian Masyarakat dengan dunia luar, baik bantuan teknis maupun berbentuk pembiayaan.” jelasnya.

Selanjutnya juga diselenggarakan kunjungan lapangan ke lokasi usaha kedua kelompok.

Kelompok Elok Basamo Saiyo berharap adanya produk pupuk kompos yang lebih kering. Dari dua kandang, satu untuk ternak sapi dan satu lagi bagi pengolahan memang membutuhkan perbaikan mutu produk.

Tim pengabdian yang beranggota Sepri Reski SPt MPt, Dr. Roni Pazla dan Dr. Fuad Madarisa MSc juga mendatangkan Alumni Peternakan dari Salimpaung. Sehingga diskusi dan materi perbaikan lebih jitu dan bisa ditindaklanjuti.

Tindaklanjut dari rencana di kelompok Elok Basamo Saiyo adalah memastikan pupuk dapat dikarungkan. Karung tersebut sudah dilabeli merk yang sudah keluar hasil uji labornya dan bisa dipasarkan melalui media sosial.

Diharapkan mahasiswa MBKM yang ber KKN di nagari berakhir dengan legacy seperti itu, diakhir Desembeer 2024, saat mereka meninggalkan lokasi.

Kelompok Mantagi fokus pada fermentasi sisa hasil pertanian sebagai pakan ternak. Kemudian membuat mineral yang dijilati sapi sebagai pengganti rumput. Dengan demikian pakan ternak diberikan lebih bermutu yang sekaligus mengurangi kebutuhan rumput.

Tim pengabdian akan senantiasa berkolaborasi untuk menghadirkan komitmen dengan kedua kelompok. Artinya kunjungan direncanakan beberapa kali. Sehingga rencana terwujud dan dapat dinikmati oleh peternak. (*)

Exit mobile version