Painan — Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan memicu respons cepat dari pemerintah daerah. Sejak dini hari, seluruh unsur pemerintahan digerakkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Pemkab Pesisir Selatan (Pessel) menunjukkan komitmen penuh dalam menghadapi situasi darurat ini. Tim terpadu langsung diturunkan untuk mempercepat pendistribusian bantuan logistik ke wilayah terdampak.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (29/11), dengan melibatkan struktur kepemimpinan daerah secara menyeluruh. Tidak hanya OPD, jajaran TNI maupun unsur legislatif turut bersinergi.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, memimpin langsung operasi lapangan. Kehadirannya di tengah masyarakat dianggap sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni. Kehadiran tokoh nasional asal Pessel itu menambah kekuatan koordinasi dalam upaya percepatan penanganan.
Dandim 0311/Pessel, Letkol Czi Theodurus, juga berada di barisan depan. Sinergi TNI dengan pemerintah daerah menjadi elemen penting dalam mobilitas bantuan ke daerah sulit dijangkau.

Pastikan Distribusi Bantuan
Menurut Bupati, sejak pagi tim telah bergerak ke berbagai titik terdampak. Tujuannya adalah memastikan bantuan tidak hanya sampai, tetapi benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Hendrajoni menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh. Setiap instansi diwajibkan bergerak cepat dan terkoordinasi.
Ia menyampaikan bahwa pendistribusian logistik bukan satu-satunya fokus kerja di lapangan. Pemerintah daerah juga melakukan pengumpulan data kondisi masyarakat secara detail.
Pendataan ini mencakup informasi dari setiap kecamatan dan nagari terdampak. Data yang akurat diperlukan untuk menyusun langkah kebijakan selanjutnya agar lebih tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyatakan bahwa laporan lengkap akan dikirimkan ke BNPB, Kemenkes, dan Kementerian Sosial. Laporan ini menjadi dasar untuk percepatan dukungan dari pemerintah pusat.
Hendrajoni juga memastikan dirinya memimpin langsung koordinasi. Seluruh kepala OPD, termasuk wakil bupati dan sekda, diwajibkan turun ke lapangan tanpa terkecuali.
Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat dilakukan setengah hati. Aksi cepat harus menjadi prioritas agar penderitaan masyarakat dapat diminimalisir.

Gerak Cepat
Gerak cepat para pimpinan ini menjadi dorongan moral bagi seluruh tim yang bekerja di lapangan. Mereka dipastikan terus berada bersama masyarakat hingga kondisi kembali stabil.
Di lokasi yang sama, Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni memberikan perhatian serius terhadap situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa dampak bencana kali ini cukup luas, melanda beberapa daerah di Sumatera Barat.
Meski begitu, Lisda menilai Pesisir Selatan menjadi salah satu wilayah yang paling berat terdampak. Karena itu, ia mempercepat komunikasi dengan pemerintah pusat.
Lisda mengungkapkan bahwa proposal bantuan telah dikirimkan ke BNPB dan Kementerian Sosial. Ia berharap bantuan tambahan segera turun agar kebutuhan warga terpenuhi lebih cepat.
Ia menekankan pentingnya kehadiran pimpinan daerah di tengah masyarakat. Menurutnya, hal tersebut adalah bukti bahwa pemerintah hadir dalam situasi darurat.

Selain menangani kebutuhan mendesak, Lisda mengingatkan pentingnya mencari akar masalah banjir dan longsor. Penyelesaian jangka panjang diperlukan agar bencana serupa dapat diminimalisir ke depan.
Tim terpadu juga memantau kondisi akses transportasi dan layanan dasar. Keduanya merupakan faktor penentu bagi kelancaran bantuan lanjutan.
Pemerintah memastikan layanan dasar tetap berjalan meski wilayah terdampak mengalami gangguan. Koordinasi intensif dilakukan untuk menutup celah pelayanan publik.
Pada hari itu, distribusi logistik difokuskan di Kecamatan Batang Kapas, Sutera, dan Lengayang. Ketiga wilayah tersebut dianggap mengalami dampak cukup signifikan.
Pemkab Pessel menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara merata dan terukur. Setiap laporan dari masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan jajaran TNI–Polri, pemulihan diharapkan berjalan lebih efektif. Pemerintah optimistis masyarakat dapat segera bangkit dari bencana. (*)








