Padang, posinfo.co – Meski masih menyisakan beberapa kendala, namun lambat laun progres pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru khususnya seksi I di Sumatera Barat sudah mencapai 35 Persen.
Saat ini pembebasan lahan jalan tol Sumbar telah di angka 95 persen, dan progres pembangunan telah mencapai 35 persen.
Pembangunan secara keseluruhan untuk seksi I akan rampung di 2024, sebelum lebaran.
Staf khusus percepatan pembebasan lahan Padang – Sicincin, Syafrizal Ucok mengatakan, tim terus berupaya menyelesaikan pembebasan tanah yang kini yang akan segera benda sekitar 5 persen.
Dari total 1.621 bidang tanah dibutuhkan untuk pembangunan Tol Padang – Sicincin, 1.541 bidang tanah yang sudah dibebaskan.
Sementara untuk konstruksi pengerjaan tol sudah mencapai 35 hingga 36 persen.
Ia menambahkan, kendala pembebasan lahan bukan karena alotnya negosiasi dengan pemilik tanah.
Hal itu lantaran faktor non teknis, karena pemilik tanah tidak bisa ditemukan sama sekali.
“Ada yang merantau, tetapi tidak pulang-pulang dan tidak pula tahu alamatnya. Ini yang jadi masalah. Tapi, kita tetap berusaha untuk menyelesaikannya,” ujar Syafrizal Ucok.
Masalah lain, ada pula tanah sudah bersertifikat, tetapi pembelinya tidak tahu sekarang berada di mana.
Ia menjelaskan, jika suatu saat nanti pemilik tanah tersebut ingin mengurus ganti rugi, pemilik dapat mengurus ke Pengadil Negeri dengan melengkapi dokumen kepemilikan tanahnya.
Kini, sisa lahan yang 5 persen itu sedang proses verifikasi ulang oleh instansi teknis yaitu Kanwil BPN Sumbar.
“Pihak BPN akan bekerja keras menyelesaikan ini, apalagi Kakanwil BPN Sumbar yang baru sangat agresif dan gerak cepat untuk menuntaskan ganti rugi lahan jalan tol ini, terangnya.
Ia menjelaskan, untuk pembebasan lahan merupakan tanggung jawab BPPN dan pembangunan fisik merupakan tanggung jawab PT Hutama Karya (Persero).
Sementara, pembebasan jalan tol tanggung jawab dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). (001)
