Dharmasraya– Isu tak sedap berhembus. Masyarakat tuding meninggalnya salah seorang pasien kecelakaan lalu lintas, akibat tak mendapatkan pelayanan. Isu itu di bantah oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dharmasraya, Sartinovita.
Dalam keterangannya, pasien berinisial P (18), merupakan rujukan dari Puskesmas Sitiung 1 Blok B, yang di sebabkan oleh kecelakan lalulintas.
“Pasien ini, sampai di IDG itu, Senin (05/05/2025) sekira pukul 05.26 Wib,” kata Sartinovita, via telfon genggamnya, Senen.
Ia mengatakan, bahwa selama di IGD, pasien langsung mendapat pelayanan dan penanganan oleh dokter. Namun, karena kondisinya tidak memungkinkan, maka akan di rujuk ke RS yang ada di Padang
“Begitu masuk IDG, pasien langsung mendapatkan penanganan pihak rumah sakit,” sebut Sartinovita.
Ia mengatakan, bahwa pasien tiba di IGD RSUD Sungai Dareh pukul 05.26 WIB dalam kondisi umum berat.
Pemeriksaan awal menunjukkan tekanan darah 80/60 mmHg, nadi 68 kali/menit, frekuensi napas 22 kali/menit, suhu tubuh 36°C, pupil 4 mm/4 mm serta refleks cahaya negatif.
“Diagnosis awal menyatakan pasien mengalami penurunan kesadaran, fraktur terbuka pada tulang paha (femur), fraktur tertutup pada lengan atas (humerus).
“Lalu, luka robek di wajah dan paha kanan, serta hematuria (darah dalam urin)” sebutnya.
Tindakan medis langsung dilakukan, dengan resusitasi cairan melalui dua jalur infus, pembersihan luka, penjahitan dan pemasangan bidai pada bagian tubuh yang mengalami cedera.
“Pasien sudah kita lakukan penanganan secara serius, dan semua tentu berproses dan makan waktu ” ucapnya.
Ia menyebutkan, sekitar pukul 06.50 WIB pasien dibawa ke ruang radiologi untuk pemeriksaan rontgen kepala, femur, dan humerus. Namun, karena kondisi pasien yang gelisah, pemeriksaan tidak dapat dilaksanakan optimal.
“Pada Pukul 07.35 WIB, pasien dikonsultasikan ke dokter spesialis ortopedi. Setelah evaluasi, pasien disarankan untuk segera dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan kemampuan spesialistik lebih lengkap,” jelasnya.
Melihat kondisi pasien, pihak rumah sakit segera melakukan rujukan melalui aplikasi SISRUTE dan jalur komunikasi WhatsApp ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUP Dr. M. Djamil Padang, RS Unand, RS Siti Rahma, RSAM Bukittinggi, RSOMH, RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, RS Awal Bros Pekanbaru, dan RSUD Hanafi Muaro Bungo.
“Sayangnya, seluruh rumah sakit tersebut menyatakan ketidaksanggupan menerima pasien karena keterbatasan sumber daya, khususnya ketiadaan dokter bedah saraf dan urologi yang sangat dibutuhkan untuk penanganan kasus,” katanya.
Direktur mengatakan, setelah berkoordinasi intensif dengan pihak RSUP Dr. M. Djamil Padang, akhirnya menyetujui penerimaan pasien (ACC) pada pukul 12.47 WIB.
“Namun sebelum proses rujukan dapat direalisasikan, kondisi pasien memburuk drastis pada pukul 12.05 WIB.
“Tim medis melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) selama 45 menit, tetapi nyawa pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.59 WIB.”ucapnya
Pihak RSUD Sungai Dareh menegaskan, bahwa seluruh tindakan medis telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur dan tetap mengutamakan keselamatan pasien secara maksimal.
“Kami bekerja sesuai prosedur dan tetap memberikan pelayanan yang maksimal pada pasien,” tegasnya.(*)
