Pasaman Barat, posinfo.co – Belakangan permasalahan inflasi yakni kondisi sulit dan mahalnya harga kebutuhan pokok termasuk telur, cabai, bawang dan lainnya sangat merisaukan.
“Hari ini adalah salah satu upaya nyata yang kita lakukan dalam mengendalikan inflasi, memajukan daerah serta memanfaatkan seluruh potensi yang ada.”
“Kita berharap, budidaya nabati dan hewani ada di setiap nagari,” ujar Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi.
Ia mengatakan itu saat menghadiri Panen Raya Itik Petelur (Kegiatan Ketahanan Pangan Hewani/Nabati), di Jalur IV Barat, Jambak Selatan, Kecamatan Luhak Nan Duo, Senin (26/2).
Bupati mengungkapkan, seluruh nagari di Pasbar memiliki potensi, baik hewani maupun nabati.
Ia mengimbau semua pihak bersama memikirkan nagari sebab yang dilakukan hari itu merupakan cita-cita bersama sejak dulu.
Jika potensi di setiap nagari sudah diberdayakan lanjutnya, maka masyarakat tidak perlu membeli ke luar daerah.
“Kita yakinkan bahwa masyarakat mau, bersama dalam memajukan daerah dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada. Mari budidaya itik, ayam, ikan.”
“Serta memanfaatkan pekarangan dengan menanam sayuran, buah dan lain sebagainya,” jelasnya.
Berharap Panen Berkelanjutan
Di samping itu, Tenaga Ahli Erwin Sukma berharap panen raya itu berkelanjutan sesuai prinsip ketahanan pangan.
Kelompok mengelola bisa menyebarluaskan. Sehingga kelompok tani dapat bertambah dan hasil dari budidaya itik petelur dan hasil dari budidaya itik maupun ayam dan lainnya dapat di manfaatkan oleh masyarakat.
“Sesuai aturannya, 20 persen dana desa dialokasikan untuk ketahanan pangan hewani maupun nabati.”
“Kita berharap kelompok tani bekerjasama dengan BUMNag.
Hal ini kita lakukan untuk memajukan daerah dan membantu masyarakat terutama menjangkau masyarakat miskin,” ucapnya.
Atas nama Pemerintah Nagari Koto Baru, Pj Wali Nagari Koto Baru Syamsul Bahri mengucapkan terimakasih atas kedatangan Bupati Hamsuardi beserta rombongan.
Ia menyebutkan budidaya itik petelur itu bersumber dari Dana Desa TA 2023 sebesar Rp184 juta.
“Menurut informasi, beberapa waktu lalu 12 orang kelompok tani bisa panen 240 butir telur dalam 1 hari.
“Alhamdulillah sudah di pasarkan, kegiatan ini hendaknya bisa berlanjut dan memunculkan ekonomi kreatif dalam masyarakat kita,” ungkapnya. (bud)
