Padang Panjang, posinfo.co – Imbauan Walikota Padang panjang agar masyarakat menanam cabe di pekarangan dengan polibag pada 2022 lalu mendatangkan hasil.
Pasalnya, Pemko Padang berhasil menekan angka inflasi dari gerakan ini, meski imbauan ini tidak dilakukan oleh seluruh masyarakat.
Untuk Program ini, Pemko Padang Panjang menyediakan bibit cabe yang di berikan kepada masyarakat.
Setidaknya dari program penanaman cabe di pekarangan ini ada sekitar 850 KK menghasilkan panen 1,6 kg per minggu dalam satu polibag. Jika di total, untuk lahan ada sekitar 5 hektare.
Hasil ini dinilai sangat baik. Mengingat, dengan hasil tanam cabe di pekarangan ini dapat pula membantu masyarakat dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Gerakan ini kita galakkan, karena saat itu cabe merupakan salah satu penyumbang kenaikan inflasi tertinggi.”
“Pemko menyediakan bibit cabe untuk di tanam di lahan dan pekarangan rumah. Alhamdulillah saat ini sudah mulai panen,” ungkap Sekdako, Sonny Budaya Putra.
Ia mengatakan itu di sel-sela mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (29/5/2023).
Kegiatan juga di ikuti Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol. Czi. Sutrisno, serta beberapa instansi terkait di Ruang VIP Balai Kota.
“Pada Rabu (31/5) mendatang akan panen puncak sekaligus penilaian terhadap kelompok tani dan perorangan,” sebutnya.
Berkat Kerjasama
Ia mengapresiasi upaya keras semua pihak terkait dalam pengendalian inflasi di Padang Panjang.
“Dari hasil monitoring untuk Padang Panjang yang mengacu pada Kota Bukittinggi masih cukup terkendali. Ini berkat kerjasama kita semua dalam pengendalian inflasi ini,” ucapnya.
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengingatkan, beberapa komoditi yang perlu mendapat atensi pusat maupun daerah.
Komoditi itu antara lain beras, telur ayam ras, garam, jagung serta bawang putih.
Berdasarkan laporan perkembangan pengendalian Inflasi, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Padang Panjang minggu keempat Mei berada diangka -0,44.
Komoditas yang berkontribusi adalah cabai merah, telur ayam ras serta minyak goreng, dengan fluktuasi harga tertinggi terjadi pada daging ayam.
“Kita berharap kerjasama ini terus berjalan. Sebab, untuk menekan inflasi ini memang membutuhkan banyak pihak, salah satunya masyarakat,” pungkas Sekda. (001)
