Loker Dokter, RSUD Dharmasraya Butuh Dua Dokter Spesialis

RSUD Dharmasraya.

Dharmasraya – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat, tengah menghadapi krisis dokter spesialis jantung untuk setahun kedepan. Hal ini menyusul, dokter jantung yang sedang mempersiapkan diri untuk melakukan pendidikan.

Kondisi ini, akan membuat ratusan pasien jantung mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan, mulai dari konsultasi rutin hingga tindakan lanjutan.

Ka TU RSUD, dr.Wilma, menjelaskan bahwa kekosongan terjadi karena dokter spesialis jantung yang selama ini bertugas tengah memasuki masa pendidikan lanjutan, sehingga tidak dapat memberikan layanan penuh seperti sebelumnya.

 

“Kami sedang mengalami masa transisi. Dokter jantung kami harus mengikuti pendidikan lanjutan, sementara proses mendatangkan dokter pengganti sudah kita lakukan, namun belum juga ada,” katanya

Akibatnya, sejumlah layanan jantung seperti pemeriksaan, kontrol hingga skrining penyakit jantung akan terlambat. Banyak pasien terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain di wilayah sekitar yang memiliki dokter spesialis jantung aktif.

“Berkemungkinan besar, pasien jantung akan kita rujuk ke RSUD yang memiliki dokter,” ucapnya didampingi kabid Pelayanan dr.Ridya.

Ia mengatakan, bahwa ada ratusan pasien jantung yang mesti mendapatkan pelayanan di RSUD dalam setiap minggunya.

“Pelayanan pasien jantung ini, setiap hari Jumat dan Sabtu, dengan jumlah pasien mencapai kurang lebih 300 orang,” jelasnya

Dirinya juga mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendatangkan dokter jantung ke RUSD. Namun, hingga kini belum di dapat.

“Kita sudah koordinasi dengan berbagai rumah sakit, baik RSUD pemerintah maupun swasta, tapi masih menemui jalan buntu,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, bisa segera mendapatkan pengganti dokter jantung agar pelayanan kembali berjalan normal dan pasien tidak harus menunggu terlalu lama.

“Untuk sementara, pasien jantung nantinya akan ditangani oleh dokter penyakit dalam,” jelasnya

Bukan hanya itu, RSUD juga mengalami kesulitan dokter spesialis urologi, yang saat ini terbatas dengan jam pelayanan di RSUD Sungai Dareh yang hanya satu kali dalam seminggu, dengan jam pelayanan Poli setiap hari Sabtu.

“Jumlah Spesialis urologi ini memang sangat terbatas di Sumbar, jadi dengan bisa kerjasama satu kali seminggu ini saja sudah cukup luar biasa. Namun, melihat pasien dengan ” ujarnya.

Menurutnya upaya yang dapat dilakukan untuk menutupi keterbatasan SDM ialah dengan mendorong putra daerah Dharmasraya untuk mengambil pendidikan spesialis jantung dan urologi.

“Selain itu, kita juga merekomendasikan dua orang mengikuti pendidikan spesialis urologi dan sembari mencari dokter reveral atau yang memiliki waktu untuk bekerjasama dengan RSUD Sungai Dareh,” ujarnya.

Ia menyatakan RSUD Sungai Dareh terus berkomitmen melakukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, baik melalui pemenuhan peralatan medis maupun peningkatan SDM di bidang kesehatan.

“RSUD sungai Dareh berharap terhadap masukan dan saran terkait pelayanan yang berikan rumah sakit. Pihaknya juga sangat terbuka dengan saran maupun kritik dari pasien dan masyarakat”ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *