Kemarau Melanda, Pesisir Selatan Dilanda Kebakaran Hutan

Petugas berupaya melakukan Karhutla di Pesisir Selatan, Rabu (24/5/2023).
Petugas berupaya melakukan Karhutla di Pesisir Selatan, Rabu (24/5/2023).

Pesisir Selatan, posinfo.co – Musim kemarau Melanda seluruh daerah di Sumatera Barat. Potensi kebakaran bangunan dan kebakaran hutan mengancam.

 

Di Pesisir Selatan, terpantau lima titik api pada hutan dan lahan yang jika tidak segera teratasi akan mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara masiv.

 

Salah satu Karhutla yang kini tengah menjadi prioritas adalah di Kampung Pasir Janjang Kecamatan Silaut, Pesisir Selatan.

 

Hanya saja, untuk bisa memadamkan api, personel gabungan harus menghadapi lokasi yang sulit terjangkau baik dengan kendaraan maupun berjalan kaki.

 

“Dari hasil pantauan satelit kita menemukan lima titik api, sebelumnya hanya terlihat tiga titik.”

 

“Ini tentu sebuah warning, ada peluang penambahan titik api,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi dihubungi, Rabu (24/5/2023).

 

Ia menambahkan api masih menyala di lahan gambut yang terbakar tersebut. Pada Rabu (24/5) terpantau 5 titik baru dari satelit SiPongi.

 

Kemudian sejak pagi tim telah langsung bergerak ke lapangan untuk memastikan apakah hospot tersebut api atau tidak.

 

Yozarwardi menyebutkan, tim dari dinas kehutanan, satgas, Brigade Karhulta dari UPT KPH Pessel, BPBD, TNI/Polri, masyarakat dan PT SAPTA, perusahan yang sekitar lokasi kebakaran terus berupaya membantu pemadaman kebakaran.

 

“Tim telah berhasil memadamkan  2 hingga 3 titik sampai sore kemarin,” jelasnya.

 

Data Luas yang Terbakar

 

Ia menyebut, sampai saat ini, pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa luas lahan yang terbakar.

 

“Saat ini kita tengah melakukan pemetaan dan pendataan berapa luas lahan yang terbakar.”

 

“Kita menggunakan drone untuk memastikan lahan yang terbakar ini. amun kita pastikan dulu cuaca baik, asap tidak tebal,” ungkapnya.

Selidiki Penyebab Kebakaran

 

Yozarwardi menyampaikan pihaknya akan menyelidiki penyebab kebakaran di Hutan Produksi Konversi (HPK) masih dalam proses identifikasi penyebab kebakaran.

 

“Kita sekarang kita sekarang fokus untuk memadamkan. Kita harus bahu membahu memadamkan. Nanti akan diselidiki penyebabnya,” ujarnya lagi.

 

Ia menyebut, setidaknya ada dua penyebab kebakaran lahan ini, pertama faktor kesengajaan manusia. Kedua, pengaruh cuaca panas yang terjadi beberapa waktu belakangan.

 

“Untuk pastinya, tentu kita akan lakukan penyelidikan,” pungkasnya. (001)

 

Exit mobile version