Karhutla di Pesisir Selatan Hanguskan 120 Hektare Lahan

Personel gabungan masih berjibaku memadamkan api akibat Karhutla di Pesisir Selatan.
Personel gabungan masih berjibaku memadamkan api akibat Karhutla di Pesisir Selatan.

Pesisir Selatan, posinfo.co – Setelah berjibaku memadamkan api hampir satu pekan, personel gabungan berhasil menjinakkan beberapa titik api di kawasan Pesisir Selatan.

 

Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di daerah itu sejauh ini telah menghabiskan lahan sekitar 120 hektare  dalam kurun waktu lima hari.

 

Karhutla di Kampung Jenjang Nagari Silaut Kecamatan Silaut, Pesisir Selatan yang di laporkan terbakar sejak Selasa ( 23/5/2023) lalu.

 

Sementara pada Minggu (28/5/2023) api sudah mulai berangsur padam.

 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pessel, Defrisiswardi mengatakan pada hari ini Kamis (28/5/2023) situasi sudah mulai kondusif.

 

“Dari laporan terakhir dari petugas di lapangan kondisi api sudah banyak yang padam,” ujarnya.

 

Sebelumnya tercatat lima titik api sejak mulai peristiwa kebakaran.

 

“Tim gabungan berjibaku memadamkan api setiap hari.”

 

“Hingga hari ini kondisi api sudah jauh berkurang, tapi asap bekas api yang baru dipadamkan masih mengepul,” ucapnya.

 

Meski begitu,  Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama tim gabungan masih terus berupaya memadamkan api yang masih ada, sekitar 2 titik api lagi.

 

Lebih kurang 120 hektar lahan terbakar sejak 5 hari terakhir ini, semoga secepatnya semua bisa padan, ” tuturnya.

 

Lakukan Penyelidikan

Meski beberapa titik api sudah padam, dan hanya menyisakan satu hingga dua titik api lagi, namun personel gabungan masih berada di lapangan dan memantau ancaman titik api yang kemungkinan muncul.
Kapolsek Lunang Silaut l, AKP Advianus  mengatakan hingga kini petugas gabungan masih berjibaku memadamkan sisa titik api.
“Sekarang semua hampir padam. Semoga kalau tidak ada kendala lain, hari ini semua bisa segera padam,” ucapnya.
Mengenai asal api, ia mengatakan saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait siapa pemilik lahan yang terbakar serta dari mana sumber api.
“Hingga saat ini belum ada yang mengakui atas kepemilikan lahan tersebut,” ulasnya.
Hal itu lantaran, hutan yang terbakar adalah hutan HPK masih milik negara dan belum diberikan kepada siapapun.
Ini menjadi salah satu kendala dalam proses penyelidikan.
“Namun kita nanti pasti akan kerjasama dengan dinas kehutanan mengenai status hutan tersebut untuk kelanjutan prosesnya,” ulasnya. (010)
Exit mobile version