Padang – Semen Padang mencatatkan rekor di BRI Super League 2025-2026 sebagai sebagai satu-satunya tim yang kalah 5 kali secara beruntun. Rekor buruk tentunya, tapi itulah kenyataannya.
Manajemen Semen Padang mengklaim telah berbenah dan optimistis tampil lebih baik di bawah pelatih baru, Dejan Antonic.
Dalam beberapa hari ke depan, punggawa Kabau Sirah bakal terbang ke markas Malut United. Duel kedua tim akan berlangsung, Minggu 26 Oktober 2026 di Stadion Gelora Kie Raha.
Laga ini terbilang menarik, lantaran Dejan Antonic bakal beradu taktik dengan mantan pelatih Semen Padang yang juga urang awak, Hendri Susilo.
Dalam 8 laga BRI Super League, di bawah asuhan Pelatih asal Bukittinggi itu, Malut United telah mengumpulkan 14 poin hasil 4 menang, 2 imbang dan 2 kekalahan.
Laskar Kie Raha juga berhasil menjadi tim yang paling sering mencetak gol di Super League dengan catatan 16 gol, walau jumlah kebobolan mencapai 11.
Catatan ini berbanding terbalik dengan Kabau Sirah yang baru mengumpulkan 1 kemenangan, 1 imbang dan 6 kekalahan. Kabau Sirah baru punya 4 poin.
Dari 8 laga, eks tim Hendri Susilo ini hanya mampu mencetak 5 gol dan kebobolan 12 kali.
Karateker pelatih Semen Padang FX Yanuar mengatakan, seluruh pelatih dan pemain akan terus berjuang di tengah sulitnya meraih kemenangan. Dan ke laut dari kondisi sulit yang masih berlangsung.
“Kita sudah kerja maksimal. Apresiasi untuk para pemain yang sudah berjuang namun hasil belum seperti yang kita inginkan. Kita pernah ada di situasi yang sulit ini. Dan kita akan coba keluar dari situasi ini,” ungkapnya, baru-baru ini.
Ia berharap saat mengahadapi Malut United menjadi momen pemutus rapor buruk kekalahan 6 kali secara beruntun.
Sementara itu, pelatih Semen Padang Dejan Antonic mengatakan, pihaknya sangat yakin bisa mengangkat performa Semen Padang dan bersaing di papan klasemen.
“Saya ingin menyelamatkan Semen Padang FC dari degradasi seperti ketika melatih Arema FC, Borneo FC dan Pelita Bandung Raya. Kalau saya tidak optimistis, saya tidak datang ke sini. Saya stay di Hong Kong di Rangers,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengakui challenge atau tantangan yang akan dihadapi sangat besar. Ia menilai situasi sangat panas. semua orang harus paham kondisi tersebut.
“Kita harus lihat game by game, kita bangun anak-anak percaya diri dia bagus, anak-anak bisa. Kita harus ada di belakang pemain,” ungkapnya. (*)
