Inilah Keunggulan Cucak Hijau Kampus Unand Limau Manis

Cucak Hijau Kampus Unand Limau Manis (Foto By: CH Kapten)
Cucak Hijau Kampus Unand Limau Manis (Foto By: CH Kapten)

Padang, posinfo.co – Ada dua sebutan Cucak Hijau (CH) Polos hasil tangkapan “tukang pikek” di Kota Padang yang paling di cari pemain CH Polos di Kota Padang.

 

Salah satunya Cucak Hijau Kampus Unand Limau Manis. Rata-rata Masyarakat yang memiliki Cucak Ijo di sekitaran Limau Manis, berasal dari lokasi ini.

 

Kawasan Kampus Unand Limau Manis selama ini terkenal sebagai lokasi berkembang biak beberapa jenis burung.

 

Lokasinya yang hijau dan rimbun, serta pada beberapa kawasan masih terjaga keasriannya, membuat beberapa satwa, termasuk burung betah berkembang biak di sana.

 

Hanya saja, saat ini tak mudah untuk bisa mendapatkan Cucak Hijau dan jenis burung lainnya di sana.

 

Jumlah yang terbatas, buntut dari penangkapan liar, membuat jumlah Cucak Hijau di lokasi tersebut sudah sangat minim.

 

Hal ini lantaran jarak antara Kampus Limau Manis ini sangat dekat dengan pemukiman. Selain itu, lokasinya menjadi primadona bagi tukang pikek.

Kelebihan Cucak Hijau Kampus Unand

 

Secara umum, mental, vokal dan isian burung di hutan berhubungan erat dengan lokasi burung tersebut berada sehari-hari.

 

Terlepas dari itu, faktor genetik juga mempengaruhi kualitas burung hutan baik itu di hutan sebagai habitat asli, mupun tangkaran.

 

Salah seorang tukang pikek yang sudah malang melintang di Kota Padang, Diki Selah mengatakan, jika saat ini sudah sangat minim Cucak Hijau di hutan.

 

Bukan saja di Kampus Unand Limau Manis, namun juga di kawasan lain seperti Batu Busuak, Kuranji.

 

Ia mengatakan, ada beberapa kelebihan Cucak Hijau asli Kampus Unand Limau Manis, diantaranya, memiliki postur tubuh yang  besar dan panjang.

 

Selanjutnya memiliki mental tarung yang bagus, vokal keras dan dominan mengeluarkan tembakan burung-burung kecil.

“Selain itu burung dari sana cepat jadinya dan lebih fighter,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Cucak Hijau asal Kampus Unand ini paling banyak dicari Cucak Hijau Mania.

 

“Tapi itu tadi, jumlahnya tidak sebanyak dulu di hutan. Saat ini jarang tukang pikek yang dapat langsung dari sana,” pungkas Diki.

 

Belum ada yang Menangkar

 

Sejauh ini di Padang bahkan Sumatera Barat belum ada penangkar yang mengakar Cucak Hijau.

 

Rata-rata burung endemik yang ditangkarkan masih Murai Batu, ada pula Kacer, tapi jumlahnya tak seberapa.

 

Banyak yang mengatakan yang menjadi penyebab adalah sulitnya menangkar Cucak Hijau.

 

Selain itu, harganya yang masih murah di pasaran, serta hanya burung jantan saja yang bisa di jual, sedikit banyak juga menjadi hal yang memperlemah semangat penangkar.

 

Namun, dengan minimnya burung jenis ini di hutan, sebenarnya peluang menangkar Cucak Hijau bisa menguntungkan dari sisi ekonomis. (001)

 

Exit mobile version