Dharmasraya – Melalui jalur darat, dua kendaraan berplat V itu meluncur dengan gagah dan penuh semangat, sebagai bentuk kemerdekaan pers itu tetap utuh. Meski tampa dukungan pemerintah daerah.
Berbagai celoteh dari tujuh anggota PWI itu, mewarnai perjalanan nan panjang dan melelahkan.
Dari kursi belakang muncul suara, ” Tampa Pemda kita juga bisa berangkat”
“Yang jelas, dengan semangat bersama, kita gaungkan kemerdekaan pers,” kata A Habibi yang juga Plt Bendahara PWI, dengan programnya perbaikan nutrisi, sambil tersenyum tipis.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 300 Kilometer, dengan waktu 7 jam, akhirnya tujuh anggota PWI Dharmasraya itu, sampai juga dengan selamat di hotel yang telah di siapkan sejak awal oleh Plt Sekretaris PWI Ilka Saputra.
Sinar mentari di balik kaca hotel, seolah memberi semangat baru. Suara kendaraan hilir mudik, seakan memancing semangat tujuh anggota PWI Dharmasraya itu, untuk segera ke lokasi HPN.
Puncak HPN pun menggema di Hotel Mutiara Merdeka.
Deklarasi Riau oleh sejumlah tokoh pers nasional mewarnai puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Pekanbaru, Riau yang dibacakan sosok yang saat ini dianggap paling senior di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia, Tribuana Said.
Deklarasi dibacakan di depan sekitar 1.500 peserta HPN dari seluruh Indonesia, Minggu (9/2/2025).

Deklarasi ini menegaskan komitmen insan pers untuk menjaga etika, integritas, independensi, dan solidaritas di tengah tantangan zaman.
“Pentingnya menjaga integritas dan independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik, menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi terhadap wartawan serta menuntut perlindungan hukum bagi insan pers,” katanya.
Deklarasi ini mencerminkan komitmen wartawan Indonesia untuk menjaga marwah pers yang independen, profesional, dan bertanggung jawab. Acara ditutup dengan foto bersama dan silaturahmi antarpengurus PWI Pusat dan PWI provinsi se-Indonesia.
Peringatan HPN 2025 di Riau juga diwarnai dengan berbagai kegiatan selama empat hari, mulai dari 6 hingga 9 Februari 2025.
Beberapa acara yang digelar antara lain pameran karya fotografi dan karikatur, Focus Group Discussion (FGD), Seminar, “gala dinner” wartawan yang dihadiri oleh Wali Kota Pekanbaru terpilih Agung Nugroho.
Juga ada jalan santai di lokasi Car Free Day dan Ikrar menegakkan etika dan integritas pers dan potong tumpeng bersama di Tugu Anti Korupsi.
Deklarasi ini turut di ikuti oleh tokoh pers lainnya, seperti Atal S. Depari, Marah Sakti Siregar, Timbo Siahaan, Agus Sudibyo, Banjar Chaeruddin, Ilham Bintang.
Juga Asro Kamal Rokan, Sasongko Tedjo, Dhimam Abror, Wina Armada Sukardi, Djoko Tetuko, Adnan MS, Basri Basrach, M. Niagara, Akhmad Munir, dan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid turut memberikan sambutan yang disampaikan melalui tayangan video.
Meutya menyampaikan bahwa Hari Pers Nasional bisa menjadi momen untuk merayakan keberanian, integritas, dan semangat juang insan pers Indonesia.
“Pers bukan hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga penggerak perubahan. Di tengah gejolak zaman, pers harus tetap menjadi penjaga demokrasi,” kata Meutya Hafid.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang dalam sambutannya di Pekanbaru menyampaikan, bahwa kondisi pers di Indonesia saat ini tidak sedang baik-baik saja, begitu juga dengan PWI yang tengah menghadapi tantangan besar.
Hal ini menjadikan perayaan HPN sedikit berbeda sehingga tidak dirayakan pada satu titik.
“Tahun ini, perayaan HPN dirayakan dengan rasa prihatin. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini perayaan HPN tidak hanya di gelar di Riau.”
Tetapi juga di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan Solo, Jawa Tengah,” ungkap Zulmansyah. (*)




