Dharmasraya – Kinerja makro pembangunan Kabupaten Dharmasraya di tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan dan layak mendapat perhatian publik. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik dalam kurun waktu satu tahun membandingkan kondisi 2024 ke 2025, Dharmasraya tidak hanya mengalami perbaikan secara mutlak, tetapi juga mencatatkan lonjakan posisi lebih baik dibandingkan capaian rata-rata kabupaten/kota di Sumatera Barat yang terakumulasi dalam capaian indikator makro pembangunan provinsi Sumatera Barat.
Pada tahun 2024, tercatat masih terdapat tiga indikator kinerja makro pembangunan Dharmasraya yang berada di bawah capaian rata-rata provinsi. Secara umum, kondisi Dharmasraya pada tahun tersebut masih menunjukkan beberapa keterbatasan jika dibandingkan dengan rata-rata kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Pada indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), di tahun 2024 Dharmasraya berada pada level 6,02%, yang kurang baik jika dibandingkan rata-rata provinsi sekitar 5,62%, menandakan masih terbatasnya penyerapan tenaga kerja.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Dharmasraya mencatatkan angka sekitar 3,86%, yang lebih rendah dibandingkan capaian provinsi di kisaran ±4,36%.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2024 berada pada angka 74,82, masih di bawah capaian provinsi sebesar 76,43.
Ada beberapa indikator tahun 2024 dengan kondisi lebih baik dari capaian makro sumatera barat yaitu Tingkat kemiskinan tercatat sekitar 5,32%, lebih baik dibandingkan provinsi yang berada pada kisaran 5,42%,
Kemudian Gini Ratio Dharmasraya tahun 2024 berada di kisaran 0,233, lebih baik dibandingkan provinsi sekitar 0,287, yang menunjukkan distribusi pendapatan yang relatif lebih merata.
Selain itu, berdasarkan data BPS tahun 2024, pendapatan per kapita Dharmasraya berada pada kisaran 58,71 juta, hanya sedikit lebih tinggi di atas capaian provinsi sebesar 57,05 juta, meskipun secara umum tingkat kesejahteraan masih perlu terus ditingkatkan.
Memasuki tahun 2025, terjadi perubahan yang sangat signifikan pada hampir seluruh indikator.
Data BPS tahun 2025 menunjukan Tingkat kemiskinan Dharmasraya turun menjadi 4,61%, dan capaian ini lebih rendah dibandingkan provinsi yang berada di kisaran ±5,31%, menunjukkan keberhasilan dalam mempercepat pengurangan kemiskinan secara lebih efektif dibandingkan rata-rata daerah lain.
Pada indikator ketenagakerjaan, TPT Dharmasraya turun menjadi 5,51%, jika tahun sebelumnya kurang baik dibandingkan capaian provinsi maka tahun 2025 sebaliknya yaitu lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi sekitar ±5,62%, menandakan adanya peningkatan nyata dalam penciptaan lapangan kerja serta aktivitas ekonomi yang lebih produktif.
Kinerja pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 3,79%, juga menunjukkan capaian yang lebih baik dibandingkan provinsi yang berada pada angka 3,37%. Hal ini menegaskan bahwa Dharmasraya berhasil melakukan akselerasi ekonomi yang lebih cepat dibandingkan daerah lain di Sumatera Barat.
Pada aspek pemerataan, berdasarkan data BPS tahun 2025, Gini Ratio Dharmasraya berada pada kisaran 0,234, yang tetap lebih rendah dibandingkan provinsi sekitar 0,280, menandakan bahwa pertumbuhan yang terjadi tetap inklusif dan merata.
Sementara itu, pendapatan per kapita meningkat dari sekitar 58,7 juta menjadi 62,0 juta, dan secara relatif lebih besar melampaui rata-rata provinsi, terutama jika dilihat dari laju pertumbuhannya yang lebih cepat. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi yang terjadi berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Adapun indikator yang masih menjadi perhatian adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Dharmasraya meningkat dari 74,82 pada tahun 2024 menjadi 75,70 pada tahun 2025, namun masih di bawah rata-rata provinsi yang berada pada angka 77,27. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun akselerasi ekonomi dan sosial telah berjalan sangat baik, peningkatan kualitas sumber daya manusia masih memerlukan perhatian dan intervensi yang lebih kuat.
Secara keseluruhan, capaian tahun 2025 menandai transformasi besar dalam kinerja pembangunan Dharmasraya. Dari kondisi yang sebelumnya masih tertinggal pada beberapa indikator utama, kini Dharmasraya telah bertransformasi menjadi daerah yang lebih unggul dan kompetitif secara makro dibandingkan rata-rata kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Jika dibandingkan dengan kinerja makro kabupaten/kota lain di Sumatera Barat yang pada tahun 2025 cenderung mengalami perlambatan, kemungkinan dipengaruhi oleh faktor bencana sehingga terdapat dua hingga empat indikator yang berada di bawah capaian provinsi, maka kinerja Dharmasraya terlihat jauh lebih baik. Pada tahun 2025, Dharmasraya hanya menyisakan satu indikator yang masih berada di bawah rata-rata provinsi, yaitu IPM, sementara indikator lainnya telah melampaui capaian rata-rata kabupaten/kota yang terakumulasi menjadi capaian provinsi.
Ke depan, dengan fokus pada peningkatan IPM, Dharmasraya berpotensi menjadi salah satu daerah dengan kinerja pembangunan paling progresif dan seimbang di tingkat provinsi. (*)
