Dharmasraya – Bupati apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak yang telah mendorong capaian pembangunan yang progresif serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang 2025, meskipun dihadapkan pada tekanan fiskal.
Bupati juga mengungkapkan tantangan ke depan. Berdasarkan hasil Musrenbang, kebutuhan pembangunan tahun 2027 mencapai sekitar Rp2 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp313,95 miliar berasal dari 231 usulan prioritas yang didominasi sektor infrastruktur sebesar Rp268,1 miliar.
Di sisi lain, kemampuan APBD masih terbatas, dengan rasio PAD sekitar 14,17%. Selain itu, beban belanja pegawai masih cukup tinggi, mencapai sekitar 58% pada tahun 2025, jauh di atas rasio ideal 30%, meskipun tidak ada pembukaan formasi baru.
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah daerah menyiapkan empat strategi utama, yakni optimalisasi PAD melalui pajak dan retribusi sektor pertambangan dan perkebunan skala korporasi, termasuk Pajak Air Permukaan. Penguatan BUMD di sektor pangan, pakan ternak, dan pengolahan kelapa sawit.
Peningkatan investasi dan daya beli masyarakat melalui penguatan sektor riil seperti pertanian, perkebunan, UMKM, pasar, dan investasi swasta.
Penguatan kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan sektor swasta untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar, termasuk pemanfaatan CSR dan dukungan program nasional.
Dengan strategi tersebut, Dharmasraya optimistis dapat menjaga tren positif pembangunan dan menjawab tantangan fiskal ke depan. (*)
