Padang, posinfo.co – Dugaan Pelecehan seksual dan pelecehan secara verbal yang di duga terjadi di SD Baiturrahmah berdampak panjang.
Pasalnya, beberapa wali murid ingin memindahkan anaknya yang bersekolah di SD Baiturrahmah ke sekolah lain.
Hal ini di ketahui dari pertemuan wali murid, pihak sekolah SD Baiturrahmah.
Pertemuan itu juga di hadiri Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang .
“Anak minta di pindahkan sekolahnya, karena predator pelecehan seksual anak masih berkeliaran di sekolah,” ucap salah seorang wali murid yang tidak ingin di sebutkan namanya.
Hal senada juga di ungkapkan oleh wali murid yang lain.
Menurutnya, walau anaknya tidak menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum yayasan SD Baiturrahmah, tetapi anaknya dengan ngotot untuk di pindahkan dari sekolah tersebut.
“Anak saya juga. Ia meminta agar di pindahkan dari SD Baiturrahmah. Hal ini di karenakan predator pelecehan seksual masih berkeliaran dengan bebas di sekolah,” jelasnya.
Bukan Guru SD Baiturahmah
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SD Baiturrahmah Dores Okta Feri menjelaskan, pelaku pelecehan seksual adalah dugaan oknum yayasan bukan guru di SD Baiturrahmah.
Baca Juga:
Kebakaran Diiringi Ledakan Bikin Warga Terkejut, Kerugian Ditaksir Rp1,5 M
“Keliru jika orang tua ingin memindahkan anaknya dari SD Baiturrahmah.”
“Tentu kan berdampak psikis terhadap anak jika berada di sekolah yang baru. Yang jelas, pelaku pelecehan seksual terhadap siswa – siswi kami oknum yayasan, bukan guru.”
“Biarlah pada saat ini proses hukum berjalan dan proses belajar mengajar berjalan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pengurus yayasan belum di keluarkan karena belum terbukti bersalah oleh pihak kepolisian.
“Sekarang oknum tersebut belum di tetapkan menjadi tersangka oleh kepolisian.”
“Pihak yayasan akan bertindak mengeluarkan, jika telah dinyatakan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian,” paparnya.
Hadirkan Psikolog Anak
Lebih lanjut, Dores Okta Feri menambahkan, pada saat ini di sekolah hadir Psikolog anak.
Psikolog ini dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Padang.
Mereka hadir untuk memberikan sosialiasi ramah anak dan memberikan pemulihan trauma yang di dapat anak pasca kejadian pelecehan seksual di SD Baiturrahmah, Padang.
“Pada saat ini tim dari P2TP2A hadir untuk mengobati troumatis anak pasca kejadian tersebut,” jelasnya.
Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak,DP3AP2KB Suryani, menjelaskan, kehadiran tim mereka di SD Baiturrahmah untuk melalukan pendampingan.
Hal yang tak kalah penting untuk penguatan trauma healing kepada anak.
“Trauma healing adalah proses untuk memulihkan gangguan psikologis yang terjadi akibat kejadian traumatis atau ketakutan di masa lalu.”
“Oleh karena itu pada saat ini anak-anak sudah mulai kuat,” jelasnya.
Tujuh Orang Korban
Kanit PPA Polresta Padang Ipda Nofiendri saat di hubungi awak media menjelaskan, korban pelecehan seksual di SD swasta tersebut saat ini berjumlah tujuh orang.
“Saat ini korban berjumlah 7 orang siswi. Keterangan sudah kita ambil dari tujuh orang tersebut, dengan di dampingi para orang tua siswi,” paparnya, Sabtu (21/10)
Ia menambahkan, kasus dugaan pelecehan seksual ini, diperkirakan terjadi sekitar bulan bulan Agustus 2023 lalu.
Usai mendapatkan laporan, Polresta Padang langsung melakukan penyelidikan.
Dari hasil penyelidikan polisi, Siswi SD yang diduga telah menjadi korban, sejauh ini diperkirakan berjumlah 7 orang.
“Kita sudah periksa 7 orang siswa yang diduga menjadi korban pelecahan seksual secara fisik maupun verbal,” ungkapnya. (001)
