Bio Farma dan MSD Tingkatkan Kerjasama Produksi Vaksin HPV

Bio Farma dan MSD deal melakukan kerjasama produksi vaksin HPV.
Bio Farma dan MSD deal melakukan kerjasama produksi vaksin HPV.

Jakarta, posinfo.co – Kanker serviks atau nama lainnya kanker leher rahim merupakan suatu keganasan yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim.

 

Penyakit ini sangat berbahaya, bahkan mengancam keselamatan bagi penderitanya.

Berdasarkan data 2022 dari World Health Organization (WHO), kanker serviks menempati urutan kedua dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker.

 

Kasus ini setelah kanker payudara menempati urutan pertama.

 

Untuk mencegah kanker serviks ,Bio Farma, Induk Holding BUMN Farmasi menerima Technical Visit dari MSD (Merck Sharp Dohme).

 

MSD mereupakan salah satu perusahaan farmasi terbesar dari USA. Pertemuan ini berlangsung pada 10-11 Mei 2023 di Kantor Pusat Bio Farma Jalan Pasteur Bandung.

 

Pada pertemuan itu, Bio Farma akan segera menambah milestone baru bersama MSD yaitu memproduksi lokal vaksin HPV, pencegah kanker serviks.

 

Technical Visit dari MSD diterima langsung oleh Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir.

 

Hadir saat itu itu, Ravi Sangam, Director of Strategic Alliance Asia Pacific Nancy Schaffner, Director of Engineering Siyan Zhang.

 

Berikut, Director Chief of Staff Joris den Ouden. Termasuk Associate Director Device and Packaging Technology dan Charles Lachman, Associate Principal Scientist.

 

Dari MSD Indonesia hadir George Stylianou, Managing Director.Farida Malawi.

 

Selanjutnya Business Unit Director; Dudit Triyanto, External Affairs Director dan Pri Hartanto, Finance Director.

 

Kemitraan Telah Lama Terjalin

 

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir dalam pertemuan dengan MSD menyampaikan ungkapan terima kasih atas kemitraan yang telah telah terjalin sejak tahun 2016.

 

Technical Visit dari MSD ini juga, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari penandatangan perjanjian kerjasama transfer teknologi.

 

Hal ini untuk memproduksi secara lokal vaksin 4-valent human papillomavirus (HPV)  pada 13 Desember 2022.

 

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri 1 BUMN, Pahala Nugraha Mansury menyaksikan langsung momen ini.

 

Technical Visit selama dua hari ini dalam rangka meninjau kesiapan Bio Farma memproduksi portofolio produk terbarunya, vaksin HPV.

 

”Ini adalah komitmen bagi kita semua dalam berkolaborasi secara progresif untuk meningkatkan kualitas kesehatan masa depan Indonesia dan Global,” kata Honesti.

 

Pihaknya sangat senang atas kolaborasi antara MSD dan Bio Farma dalam memproduksi Vaksin HPV.

 

”Pada pertemuan ini, semoga kita dapat berdiskusi secara maksimal untuk dapat meningkatkan fasilitas yang telah kita rencanakan.”

 

“Yaitu fasilitas baru untuk memproduksi vaksin HPV,” ulasnya

 

Menurutnya, Kata kunci yang penting adalah 3A, yaitu Accelerate, Accelerate, dan Accelerate.

 

Semangat Kolaborasi

 

George Stylianou, Managing Director MSD Indonesia mengungkapkan, MSD sangat bersemangat untuk berkolaborasi dengan Bio Farma.

 

Hal ini terutama untuk menunjukan komitmen bagi masa depan kesehatan Global.

 

”Ini adalah suatu kehormatan yang sangat besar bagi kami dapat berkolaborasi dengan Bio Farma.”

 

“Kita duduk di sini melalui transformasi besar bersama untuk memulai sebuah program untuk mencapai tujuan yang sangat luar biasa.”

 

“Pada kesempatan ini, saya sangat bersemangat dan senang dapat bergabung,” ungkapnya.

 

Menurutnya, project HPV ini merupakan awal dari project lain yang dapat diwujudkan antara MSD dan Bio Farma.

 

Sehingga dapat menunjukan komitmen dalam meningkatkan masa depan kesehatan yang lebih baik,” ungkap George.

Bio Farma akan segera menambah milestone baru bersama MSD yaitu memproduksi lokal vaksin HPV.

Dengan produksinya vaksin HPV secara lokal maka aksesibilitas dan afordabilitas vaksin HPV akan semakin terjangkau.

 

Komitmen Meningkatkan Ketahanan Kesehata

 

Hal ini seiring dengan semangat Bio Farma sebagai BUMN yang berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan Kesehatan nasional.

 

Produksi lokal vaksin HPV berpotensi akan meningkatkan kemampuan dan kapasitas produksi vaksin dalam negeri di Indonesia.

 

Sebelumnya Bio Farma baru saja meluncurkan alat diagnostik dengan nama Cerviscan untuk deteksi dini HPV) yang merupakan penyebab kanker serviks. (adv)

Exit mobile version