Bangun Jalan Lewat Dana Pribadi, Sosok H Suratman jadi Panutan

Bangun jalan lewat dana Pribadi, sosok almarhum H Suratman jadi panutan.

Dharmasraya – Sikap peduli dan dermawan serta rendah hati H Suratman, yang selama ini begitu jadi perbincangan banyak orang di nagari Tiumang, Kecamatan Tiumang. Kini langkah kemanusiaan itu, kembali jadi perhatian banyak orang di negeri petro dollar Dharmasraya.

Betapa tidak, Nama H Suratman jadi panutan, ketika membangun dua masjid yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Masjid itu yakni, Mesjid Al Huda Jorong Sungai Kalang dan Masjid Asy Sifa Jorong Suko Harjo.

“Dua masjid ini dibangun oleh H.Suratman dengan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp8 miliar,” kata Walinagari tiumang, Zulkifli, Jumat (19/09/25).

Kini, sikap dermawan H.Suratman, juga mulai diwarisi oleh anak anaknya. Dimana saat ini, lanjutnya, H.Suratman bangun jalan reget beton sepanjang 300 meter, di jorong Suko Harjo, Nagari Tiumang.

“Jalan ini dibangun dengan cara swadaya yang di danai oleh keluarga H Suratman ini,” sebutnya via telfon.

Ia mengatakan, bahwa jalan yang dibangun oleh H.Suratman itu, merupakan jalan nagari dan merupakan jantungnya perekonomian masyarakat setempat.

“Kami mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih pada H.Suratman dan keluarga besarnya,” ucap Wali.

Dikatakannya, kepedulian H.Suratman dan keluarga ditengah keterbatasan dana desa, menjadi obat bagi seluruh masyarakat, disaat pembangunan jalan sebagai sarana transportasi dan pertumbuhan ekonomi.

Ucapan yang sama juga dikemukakan oleh H Habibi. Sebagai tokoh masyarakat di nagari itu, langkah H Suratman, patut menjadi contoh oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Sikap sosial ini, perlu diwarisi oleh seluruh masyarakat bukan keluarga saja,” katanya saat berbincang bincang.

Sementara itu, disisi lain, masyarakat juga berharap pada pemerintah daerah untuk bisa membangunkan jalan Poros kabupaten sepanjang dua kilometer yang ada di Jorong Suko Harjo.

Dari data yang di dapat, jalan Poros tersebut, selalu menjadi skala perioritas dalam setiap usulan pembangunan di Musyawarah Pembangunan Nagari (Musrenbang).

Bahkan, jalan Poros tersebut, pernah diukur 2 kali instansi terkait, namun hingga kini belum ada realisasi sehingga masyarakat kecewa.(*)

Exit mobile version