Adakah Kaitan Suhu Panas dengan Gempa Bumi? Ini Penjelasanya

Padang, posinfo.co – Akhir-akhir ini suhu udara di Kota Padang lebih terik dari biasanya. Banyak masyarakat yang mengkait-kaitkan cuaca ekstrem yang terjadi ada kaitannya dengan akan terjadinya bencana, salah satunya gempa bumi.

Dugaan itu pun terbukti, beberapa waktu lalu terjadi gempa yang berpusat di Mentawai.

Lantas, bagaimana hubungan suhu udara panas dengan gempa bumi? Apakah ada kaitannya?

Kordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha mengatakan, dari indikator suhu udara memang terjadi peningkatan di wilayah Indonesia termasuk di Sumatera Barat.

Ia menilai secara klimatologis karena beberapa daerah sudah masuk musim kemarau.

Selain itu, karena proses dinamika dan fisis atmosfer, pengaruh dari berkurangnya fenomena-fenomena gangguan cuaca yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan.

Begitu juga adanya sistem tekanan tinggi sehingga kondisi cuaca cenderung lebih cerah dan kelembaban tinggi dan dampaknya suhu udara terasa panas.

Meskipun begitu, Yudha menjelaskan, suhu udara maksimum di Sumbar masih dalam kategori normal.

“Suhu udara di Sumbar belum mencapai ekstrem atau masuk ke tahap sebagai gelombang panas.”

“Kondisi cuaca cerah linier juga dengan radiasi UV, dimana puncak radiasi berada pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB,” jelasnya.

Ia menilai kondisi ini dapat terjadi pada periode Mei-Juni yang merupakan periode musim kemarau di Sumbar

“Untuk itu kita mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas pada saat rentang waktu tersebut,” ajaknya.

Ia menyarankan, jika memang harus ke luar, sebaiknya menggunakan pelindung dari radiasi seperti payung, topi, atau tabir surya serta selalu menjaga cairan tubuh,” jelasnya.

Nah, dari penjelasan tersebut, jelas sekali tidak ada hubungan suhu udara panas yang melanda Sumbar, termasuk Kota Padang berkaitan erat dengan terjadinya ancaman gempa bumi.

Lantaran, gempa bumi terjadi karena  pergerakan lempeng bumi yang memberikan efek getaran pada permukaan Bumi.

Jika terdapat gaya yang cukup besar yang berasal dari pergerakan lempeng, maka batuan di lempeng akan menegang hingga terjadi getaran dan bahkan bisa berakibat tsunami. (001)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *