Anggota DPRD Pasaman Barat Jenguk Korban Terkaman Buaya

Anggota DPRD Pasaman Barat Rommy Chandra dan Sulaiman jenguk korban yang di terkam Buaya di Sungai Aur di RSUD Pasaman Barat Senin (2/3).

Pasaman Barat – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasaman Barat Rommy Chandra dan Sulaiman jenguk korban yang di terkam Buaya di Sungai Aur di RSUD Pasaman Barat Senin (2/3).

Rommy Chandra menghimabu atas kejadian ini supaya instansi terkait untuk meningkatkan kesiagaan kepada warga.Agar lebih waspada untuk menghindari kejadian akibat gigitan binatang buas, khususnya buaya di semua daerah aliran sungai,” katanya.

Disebutkanya, kita tidak ingin kejadian yang serupa tidak berulang kembali, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat tentang bahaya gigitan binatang buas dan hewan liar lainya.

Sambungnya, terjadinya kejadian ini menjadi peringatan penting tentang perunya pelayanan medis yang baik di puskesmas dan kemudahan dalam pengurusan BPJS untuk semua warga terlebih pada saat yang mendesak.

Hal senda juga disampaikan, anggota DPRD Sulaiman perlunya evaluasi total atas kejadian ini..Mulai dari penanganan korban di puskesmas hingga carut-marut status BPJS, dan sampainya korban di RSUD jambak, ini harus menjadi perhatian serius dari pihak terkait dan instansi yang bertanggung jawab,” tegas Sulaiman.

Sebelumnya, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban sedang menjaring ikan sendirian di Lubuak Pancakauan. Tiba-tiba, seekor buaya menyerang dan menerkam kaki kiri bagian betis korban hingga mengalami luka robek yang sangat parah.

Warga yang kebetulan melintas langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Sungai Aur. Dan mendapatkan tindakan medis berupa 60 jahitan di puskesmas tersebut.

Namun, kondisi Khairuddin justru memburuk pihak keluarga memutuskan untuk membawa korban ke RSUD Pasaman Barat. Namun proses ini terkendala oleh status BPJS Kesehatan korban yang sudah tidak aktif karena menunggak namun usaha pihak keluarga menyatakan siap melunasi BPJS,

Pihak keluarga merasa sangat kecewa yang memuncak saat mengetahui hasil rekam medis di RSUD. Khairunas, anak keempat korban, mengungkapkan bahwa ayahnya diduga tidak mendapatkan penanganan medis standar pasca-gigitan binatang buas tersebut.

Hanya saja, korban meninggal dunia di RSUD Pasaman Barat karena kondisi tubuh yang sangat memburuk,” konfirmasi juga dilakukan kepada Fina, perawat ICU RSUD Pasaman Barat. (*)

Penulis: DonaEditor: Arief Kamil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *