Dharmasraya– Pemkab Dharmasraya berencana akan segera melakukan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, yang ada di Sitiung V Ragusa, Kecamatan Koto Baru.
Hal ini disebabkan terjadinya over kapasitas di TPA tersebut Sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan baru dari tumpukan sampah yang semakin menggunung.
“Karena kami menilai, sampah di TPA itu sudah overload,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya, Budi Waluyo, Senin (11/09/2025).
Rencana penutupan itu telah disetujui bupati dan kini tengah dalam proses penyusunan dokumen penutupan.

“Setelah seluruh izin ini nantinya selesai, maka penutupan akan segera kita laksanakan,” ucap mantan Kabag Organisasi sekretariat Dharmasraya itu.
Ia menjelaskan, setelah penutupan TPA nantinya di lokasi itu akan di bangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST)
“Lokasi TPST ini di kawasan TPA, karena kita lihat, lokasi cukup luas dan memungkinkan untuk di bangun,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pembangunan TPST itu lantaran semakin tingginya lonjakan sampah yang masuk ke TPA tersebut.
“Dalam satu hari, berkisar 20 ton sampah yang masuk ke TPA yang berasal dari berbagai kecamatan “katanya.
Sampah tersebut, berasal dari Kecamatan Pulaupunjung, Sitiung, Koto Baru, Sungai Rumbai serta sejumlah perusahaan.
“Jika beroperasi TPST ini nantinya bisa mengurai sampah, sehingga bisa kurang 15 ton dalam setiap hari,” ucapnya.
Sementara itu, pihaknya akan memberdayakan masyarakat untuk melakukan pengurangan sampah dengan cara melakukan penguburan sampah menjadi pupuk organik.
“Mana yang nantinya sampah ini bisa dijadikan pupuk organik, kita minta masyarakat untuk menguburnya,” kata mantan Kabag Humas era 2014 itu.
Ia menyebutkan, untuk pembangunan TPST akan menelan dana hingga Rp9 miliar. Namun, pihaknya, hanya akan membeli mesin pengelola sampah.
“Untuk langkah awal penanggulangan sampah, tahun ini kita akan beli mesin pengelola sampah dengan nilai Rp700juta,” jelasnya.
Pembuatan TPST sebagai salah satu solusi penanggulangan sampah di Dharmasraya. Hal ini berkaca dari apa yang dilakukan Banyumas.
“Rencana ini, merupakan salah satu bentuk hasil studi kita DLH ke Banyumas beberapa waktu yang lalu. Kami berharap, semua ini nantinya, mendapatkan dukungan dari segala pihak,” pintanya.(*)




