Dharmasraya– Pasca launching Koperasi Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual yang dipusatkan di Nagari Sungai Duo, beberapa minggu yang lalu, kini koperasi tersebut terkendala terlambatnya suplai dari mitra. Padahal Kopdes ini merupakan percontohan.
“Ada berapa kendala, misal terlambatnya suplai sembako dari mitra yang sudah bekerjasama dengan kita,” kata Ketua Kopdes Nagari Sungai Duo, Fuad Diaulhaq, Rabu (6/8/2025).
Menurutnya, terlambatnya suplai sembako menyebabkan ketersediaan minyak goreng pada Unit Usaha bidang Sembako Kopdes Sungai Duo sudah tidak tersedia sejak berapa beberapa hari terakhir.
Kopdes Sungai Duo telah mengajukan permintaan kepada mitra, namun saat ini belum ada realisasi, kata dia padahal masyarakat menantikan untuk membeli Sembako melalui Kopdes Sungai Duo
“Ini maksud saya yang menjadi kendala tadi, disaat permintaan tinggi tapi barangnya tidak ada. Sementara biaya klaim atas penjualan sudah dibayarkan ke mitra. Namun, hasil koordinasi terakhir kita, pihak penyedia baru akan mengirimkan pertengahan Agustus untuk minyak goreng,” ujarnya.
Selain itu, kendala lain dihadapi adalah keterbatasan dana untuk modal usaha. Untuk itu ia mendorong pemerintah segara mencairkan pinjaman dana yang diajukan ke Bank yang sudah ditunjuk.
“Kami di pengurus cukup semangat saat ini, untuk itu yang paling penting untuk maksimalnya kegiatan usaha tentu tergantung pada dananya. Karena untuk stok saat ini tentu sangat terbatas, misal penyediaan pupuk, gas elpiji tiga kilogram, dan usaha lainnya,” katanya.
Ia mengatakan secara keseluruhan kegiatan unit usaha Kopdes Sungai Duo sebagai Kopdes percontohan di Sumbar sudah berjalan cukup baik, dimana salah satu semangatnya dalam memutus mata rantai jual harga sudah dirasakan masyarakat secara langsung.
Walinagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Ali Amran menyampaikan catatan yang sama. Ke depan ia berharap Mitra yang bekerjasama untuk komitmen dalam menyuplai kebutuhan yang diperlukan masing-masing Kopdes.
“Mungkin itu tadi, komitmen dari mitra ini paling penting. Disaat Kopdes meminta suplai bahan, jangan sampai lama-lama baru dikirim. Begitu juga soal percepatan pengajuan pinjaman yang diajukan agar segera mungkin dapat direalisasikan,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai pemerintah Nagari akan terus berkomitmen mendampingi dan mendukung untuk bagaimana Kopdes berjalan sebagaimana mestinya.
Ia menambahkan Kopdes Sungai Duo sebagai di Sumbar juga sudah merampungkan rencana anggaran biaya untuk diajukan ke perbankan yang telah ditunjuk pemerintah. Nominalnya mencapai Rp2,1 miliar.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menghadiri peluncuran kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih di lokasi mock up Koperasi Desa Nagari Sungai Duo, Kabupaten Dharmasraya.
Koperasi Desa (Kopdes) Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung merupakan salah satu dari 103 koperasi di seluruh Indonesia yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara daring. Kopdes Nagari Sungai Duo sekaligus menjadi koperasi mock up atau percontohan nasional di Sumbar.
“Kopdes Sungai Duo merupakan koperasi pertama di Dharmasraya, Sumbar yang telah diresmikan, diharapkan kehadiran koperasi ini menjadi pusat aktivitas ekonomi di tengah masyarakat,” katanya di Pulau Punjung, Dharmasraya, Sumbar, Senin (21/7).(*)






