Dharmasraya, posinfo.co – Kerusakan aliran Sungai Batang Hari oleh para penambang emas yang di duga ilegal semakin tak terbendung.
Hal itu tampak dari pantauan sejumlah awak media di lapangan. Terlihat beberapa alat berat jenis Excavator dengan santainya terus mengeruk pinggiran aliran sungai.
Sepertinya, para penambang seakan memiliki perlindungan hukum sendiri.
Sehingga, tanpa rasa ragu dan kuatir saat melakukan penambangan. Semua itu terlihat dari lokasi bekerja dan alat yang di gunakan untuk menambang.
Berdasarkan hasil dari investigasi sejumlah awak media di lapangan, terlihat adanya alat berat Excavator jenis Hitachi yang sedang bekerja di tepi sungai Batang hari.
Tepatnya di wilayah Kenagarian Sungai klKambuik, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya pada beberapa hari yang lalu.
Selain alat berat jenis Excavator di lokasi, terlihat juga puluhan jerigen minyak jenis solar subsidi menumpuk di lokasi tambang yang di duga di gunakan untuk aktivitas tambang.
Bukan itu saja, sepanjang aliran Sungai Batang Hari, mulai dari Kecamatan Sitiung hingga Kecamatan IX Koto terlihat berjejer aktivitas tambang emas.
Tampaknya, alasan menambang urusan perut tak lagi bisa di jadikan alasan. Jika melihat kondisi kerusakan alam yang disebabkan oleh para penambang yang main “bagak” itu.
Bahkan, kerusakan akibat tambang emas itu bukan lagi di kawasan Aliran Sungai Batang Hari saja, tapi juga merambah kebahagian darat.
Terpisah, Kapolres Dharmasraya AKBP Bagus Ikhwan saat dikonfirmasi Terkait dugaan tambang emas menggunakan alat berat Excavator di bibir Sungai Batang Hari Nagari Sungai Kambuik, Kecamatan Pulau punjung, via WhatsApp pada Jumat (15/03/24) hingga Sabtu (16/03/24) tak ada jawaban. (010)




