Tertimpa Pohon Sawit, Seorang Perempuan Meninggal Dunia

Ilustrasi

Dharmasraya – Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon kelapa sawit yang tumbang saat proses replanting (peremajaan) kebun milik perusahaan PT BiNA di wilayah Kamang, Kabupaten Sijunjung dan Kampung Surau Dharmasraya, Rabu (25/02/26).

Korban diketahui tengah mencari brondolan sawit di area kebun ketika kegiatan penebangan pohon sawit tua sedang berlangsung. Berdasarkan keterangan yang didapat, proses replanting dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk merobohkan pohon-pohon sawit yang sudah tidak produktif.

Dari data yang di dapat, korban Seorang perempuan pencari brondol sawit warga Kampung Surau, Nagari Gunung Silasih, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya.

“Korban bernama, Riska 35 tahun,” kata Humas PT BINA, kepada awak media via telfon genggamnya, Rabu (26/02/26).

Ia mengatakan, Kejadian berawal saat alat berat tengah melakukan penumbangan pohon kelapa sawit menggunakan alata berat, tampa di ketahui, ternyata ada korban yang sedang mencari brondol.

“Operator alat berat tidak tahu kalau ada korban yang sedang mencari brondol, yang akhirnya ketimpa pohon sawit,” sebutnya.

Ia menyebutkan, bahwa pelaksanaan replanting sawit tersebut dilakukan oleh pihak ketiga, yakni, PT BKR bukan dari pihak PT BINA.

“Jadi kita dari PT BINA tentu tidak bertanggung jawab atas kejadian itu, dan sepenuhnya menjadi tanggungan pihak ketiga ,” tegasnya.

Dikatakannya, sesuai aturan yang ada di perusahaan , tidak dibolehkan siapapun yang mencari brondol di areal perkebunan, baik pekerja di PT BINA maupun dari masyarakat luar perusahaan.

“Kita memang ada scurity, tentu tidak akan terpantau seluruhnya oleh satpam, karena areal perkebunan yang begitu luas,” jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini, kedua belah pihak telah bersepakat damai dan segala urusan diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak membawa keranah hukum.

“Dari data yang kita dapat, kedua belah pihak udah sepakat berdamai, dan tidak membawa keranah hukum,” kata Basmarhakim

Informasi kejadian itu di benarkan oleh Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo melalui Kapolsek Pulau Punjung AKP Azamu.

“Kita memang sudah mendapat informasi kini kami sedang menunggu laporan,” katanya singkat.

Mesinnya, dalam waktu empat hari, sudah dua nyawa melayang di perusahaan yang bergerak di perkebunan sawit. Pada hari minggu (22/02/26) seorang mekanik meninggal saat bekerja.

Sementara itu, banyak warga yang menyayangkan sikap perusahaan. Dimana, mestinya selama proses replanting, area kerja seharusnya steril dari aktivitas warga demi keselamatan bersama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *