Santap MBG, Pelajar SMA Menderita Gangguan Kesehatan namun Anak PAUD Baik-baik Saja

Aktivitas salah satu dapur MBG di Kabupaten Dharmasraya.

Dharmasraya– Sebanyak 80 persen pelajar yang sempat mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) kini kondisinya telah membaik. Setelah menjalani perawatan dan observasi, para pelajar tersebut diizinkan pulang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), sejak Rabu (3/2/2026).

“Seluruh pasien sudah dalam kondisi baik dan sudah pulang sejak kemaren,” kata Direktur RSUD Sungai Rumbai, Sujito, Kamis (05/2/2026).

Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Yosta Defina mengatakan bahwa saat kondisi pelajar yang mengalami gangguan kesehatan sudah membaik.

Alhamdulillah semua sudah membaik,” katanya singkat via WhatsApp

Namun saat ditanya berapa jumlah pelajar dan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan setalah mengkonsumsi MBG, belum ada jawaban.

Sementara itu, kepala penyedia dapur MBG menyebutkan, akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa.

“80 persen dari jumlah keseluruhan pelajar yang sempat mendapat penanganan kesehatan itu, sudah pulang sejak kemaren,” katanya.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya melayani 11 sekolah untuk mendapatkan MBG. Mulai dari PAUD, TK hingga SLTA di kawasan Sungai Rumbai tersebut.

“Untuk anak anak PAUD, TK dan SD aman aman saja,” ucapnya saat di hubungi via telepon genggamnya.

Terlebih lagi, lanjutnya, ada satu sekolah SD dengan jumlah murid mencapai 400 tak ada satu pun yang mengalami gangguan kesehatan begitu juga anak PAUD.

“Untuk sementara dapur MBG kita dihentikan hingga hasil Lab keluar, hal itu sesuai,” jelas Bambang.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya hingga kini belum mendapatkan data pasti dari pihak terkait, berapa pelajar dan masyarakat”ungkapnya umum yang mengalami gangguan kesehatan tersebut.

“Untuk data pasti kita belum ada di kasih, ada yang bilang 96 ada juga 127, tapi yang pasti kita bertanggung-jawab, dan untuk sementara waktu, dapur MBG dihentikan hingga hasil Lab keluar,”tegasnya.

Dari data yang didapat, badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dharmasraya Sungai Rumbai.

Hal itu tertuang dalam Surat Badan Gizi Nasional Nomor 297/D.TWS/02/2026 tertanggal 4 Februari 2026 yang ditujukan kepada Kepala SPPG Sungai Rumbai.

Penghentian operasional tersebut bersifat sementara dan dilakukan dalam rangka menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *